BNP DKI: Narkoba Bisa Jadi Stimulan Tawuran

Jumat, 27 November 2015 | 04:11:55 WIB


JAKARTA, UTUSANRIAU.CO - Di beberapa titik wilayah Jakarta, tawuran selalu terjadi berulang-ulang. Aparat keamanan seperti dibuat tak berdaya. Kawasan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat adalah salah satu wilayah yang sering terjadi tawuran.

Tak jelas apa yang menjadi pemicu tawuran tersebut.Terkadang hanya masalah sepele, seperti masalah motor atau persoalan anak. Kuat dugaan ada masalah lain yang menjadi pendorong terjadinya tawuran yakni masalah narkoba.

Narkoba bisa menjadi stimulan tawuran antarwarga khususnya di kawasaan pemukiman padat penduduk seperti di Tanah Tinggi. Sebab efek yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba dapat berakibat persoalan sosial dan psikologis.

"Bisa jadi tapi bukan berarti menjadi pemicu karena pemicu itu bisa saja akibat minuman akohol,narkoba bisa jadi stimulan dari tawuran, indikasi ke arah sana ada dan mungkin ada," ujar Kepala BNP DKI Jakarta, Brigjen Pol Iwan A. Ibrahim saat diminta tanggapanya dampak narkoba dalam tawuran antarwarga, Jumat (27/11/2015).

Secara pribadi Iwan belum pernah mendapat laporan dari warga. Maklum saja, dia baru dua bulan menjabat sebagai Ka BNP DKI Jakarta. "Tapi kalau melihat kejadian di sebelumnya seperti di Mampang Madura itu dipicu Miras dan Narkoba," sambungnya.

Dikatakan Iwan, selama ini pihaknya terus melakukan sosialiasi. Sosialiasi sendiri juga harus disertai penindakan, sehingga dapat memberikan efek jera.

"Sehingga tidak hanya cukup dilakukan penindakan tapi juga sosialiasi seperti di Jakarta Barat mulai dari tingkat kelurahan hingga RT dan RW diberikan sosialiasi. Dalam hal ini semua pihak terkait mulai dari BNN pusat, BNP DKI Jakarta, Polri, Camat, Lurah hingga tingkat RT dan RW misalnya masyarakat mendapati informai tersebut bisa langsung membuat laporan ke kita dan nanti kita datang untuk mengadakan test urine biar dan kita berikan solusi untuk pencegahan seperti apa," paparnya.

Ia menceritakan usaha yang penanggulangan yang dilakukan BNP DKI Jakarta, salah satunya melakukan sidak ke tempat kos-kosan di suatu permukiman.

"Seperti beberapa waktu lalu kita bersama satpol PP DKI melakukan operasi sidak ke tempat kos-kosan dan tenyata memang ditemukan, ini merupakan contoh sinergi kerja aparat serta RT dan RW," tandasnya.

Secara terpisah Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Siswo Yuwono mengatakan pemicu tawuran akibat ketidaksukaan sekelompok remaja terhadap remaja lagi di wilayah Tanah Tinggi. Akibat terjadi persilihan yang diawali cekcok mulut.

"Dari situ terjadi pelemparan batu terhadap kelompok remaja yang membuat grafiti di atas Jembatan Kramat Raya dengan tulisan 'Welcome To Kramat Raya' oleh kelompok remaja lain yang berbeda RW, Salah satu remaja yang pembuat grafiti ada yang terjatuh ke kali, mereka tidak terima lalu memanggil teman-temannya sehingga pecah tawuran," tutup Siswo. (detiknews.com)

Terkini