Minta Kejelasan Terkait Beasiswa, Mahasiswa Asal Meranti Datangi Pemda

Selasa, 12 Januari 2016 | 08:01:57 WIB
Ikatan Pelajar Mahasiswa Selatpanjang (IPMS), Ikatan Pemuda Mahasiswa Kabupaten Kepulauan Meranti (IPMK2M) Pekanbaru, dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kepulauan Meranti. Audensi dengan Pemda Meranti###

SELATPANJANG, UTUSANRIAU.CO - Sejumlah perwakilan mahasiswa asal Meranti mendatangi kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin kemarin (8/1/16) siang. Kedatangan mereka, untuk meminta kejelasan terkait beasiswa tahun 2015 yang hingga saat ini belum kunjung disalurkan.

‎Dari pantauan, terlihat beberapa pengurus dari perwakilan mahasiswa seperti Ikatan Pelajar Mahasiswa Selatpanjang (IPMS), Ikatan Pemuda Mahasiswa Kabupaten Kepulauan Meranti (IPMK2M) Pekanbaru, dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kepulauan Meranti.

Kedatangan mahasiswa pun langsung ditanggapi oleh Pemda Kepulauan Meranti dengan menggelar ‎pertemuan yang dipimpin oleh Sekda Kepulauan Meranti Drs H Iqaruddin di ruang rapat Melati Kantor Bupati Kepulauan Meranti. Hadir Kepala Bappeda Azza Fahroni, Kabag Kesra Rosdaner, Kasi Bantuan Tidak Langsung (BTL) Dinas Pendapatan Kepulauan Meranti Mubaraq Alamsyah, Ketua Komisi C DPRD Kepulauan Meranti Ardiansyah dan anggota Edy Masyhudi.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan IPMK2M Pekanbaru Azman menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap beasiswa tahun anggaran 2015 dibayarkan pada tahun 2016. Karena, katanya akan menyebabkan beasiswa tahun anggaran 2016 tidak akan dianggarkan lagi.

"Kami berharap, meskipun pembayaran beasiswa tahun 2015 dibayarkan pada tahun 2016, namun beasiswa 2016 tetap dianggarkan oleh pemerintah," ujar Azman.

Azman juga mempertanyakan keseriusan Pemkab Kepulauan Meranti dalam membayarkan beasiswa yang semestinya dibayarkan sejak September 2015 lalu ini. Ia juga mengatakan, saat itu Pemkab Kepulauan Meranti telah berjanji akan membayarkan beasiswa setelah Pilkada berlangsung dan dananya sudah tersedia.

Namun belakangan lanjut Azman, Pemkab Kepulauan Meranti menunda pembayaran beasiswa tersebut dengan dalih kas daerah mengalami defisit. Ia juga mengaku kesal dengan sikap Pemkab Kabupaten Kepulauan Meranti yang tidak konsisten dalam memberikan jawaban.

"Disini ada kejanggalan, saat itu pihak pemkab menyatakan jika dana sudah ada, namun belakangan ini pihak pemkab mengungkapkan kas daerah defisit. Jadi dana yang dikatakan sebelumnya ada itu mana," ujar Azman.

Menanggapi hal itu, Sekda Kabupaten Kepulauan Meranti, Iqaruddin mengatakan, pembayaran beasiswa akan dilakukan Pemkab setelah turunnya dana dari pusat. Iqaruddin mengatakan keterlambatan pembayaran tersebut memang terjadi akibat keterlambatan pusat mentransfer dana ke daerah. Namun ia mengatakan, pencairan dana beasiswa akan dilakukan pada Maret 2016 mendatang.

"Saat ini Pemkab masih melobi pusat untuk segera mentransferkan dana itu. Banyak masalah yang dihadapi pemkab akibat telatnya dana transfer, selain tertundanya pembayaran beasiswa, Pemkab juga harus menanggung hutang ke pihak rekanan," bener Iqaruddin.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Ardiansyah mendukung agar pembayaran itu masuk ke APBD murni tahun 2016, dan itu sudah disepakati antara Banggar dengan TAPD (tim penyusun anggaran daerah). Ardiansyah mengungkapkan, komisi C  telah rapat bersama tim TAPD Pemda Meranti, untuk membicarakan masalah pembayaran hutang tahun 2015 akibat belum diterimanya dana bagi hasil dari pusat.

Dari rapat itu, Ardiansyah mengungkapkan, Banggar dan TAPD Meranti sepakat memasukkan hutang pemda Rp67 miliar ke APBD murni 2016. Dana Rp 67 miliar itu sudah termasuk dana beasiswa tahun 2015 sekitar Rp 6 miliar.

"Komisi C mendukung penuh agar pembayaran beasiswa itu dilakukan. Ini sudah disepakati dalam rapat bersama TAPD," ujar Ardiansyah.**rahmad

###

Terkini