SELATPANJANG, UTUSANRIAU.CO - Meskipun sudah berstatus negeri, SMAN 1 di Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti hanya memiliki satu guru Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, selebihnya merupakan guru honor.
Guru yang berstatus PNS tersebut bukanlah pada tenaga pengajar yang biasanya mengajar pada siswa saja. Melainkan Kepala Sekolah SMAN 1 Tanjung Kedabu itu yakni, Burhan.
Burhan mengakui memang sekolah yang dinaungi itu berstatus PNS adalah dirinya, selebihnya merupakan guru honor. Namun, Ia juga sebagian dari tenaga pengajar, karena guru honor di sekolahnya tersebut tidak mencukupi.
"Itupun guru honor digaji melalui komite dan SPP yang dibayar oleh orangtua siswa," ungkap Burhan, Jum'at (22/1/16).
Diungkapkannya juga, untuk menutupi kekurangan tenaga guru di SMA Negeri itu, ia meminta dukungan tenaga guru SMP Negeri yang berada tidak jauh dari lokasi sekolahnya tersebut. "Kami terkadang terpaksa menggunakan tenaga guru SMP," ujar Burhan.
Selain kekurangan tenaga pengajar, SMAN 1 Tanjung Kedabu itu juga kekurangan sarana dan prasarana seperti labor IPA dan Bahasa, serta penunjang belajar lainnya.
"Kami berharap Pemerintah Daerah memahami kondisi sekolah kami ini yang masih banyak dengan kekurangan. Baik tenaga pengajar maupun sarana dan prasarana serta penunjang belajar lainnya," kata Burhan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti, Drs M Arif MN melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Suwandi mengakui bahwa dirinya mengetahui akan kekurangan guru dan hanya satu orang guru yang berstatus PNS.
Namun terkait hal itu, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, pasalnya banyak guru yang tidak bertahan lama jika ditugaskan di sekolah tersebut. Diungkapkannya juga, sekolah itu dirikan sejak Kabupaten Meranti berdiri, namun tidak banyak guru bidang study yang berstatus PNS mau mengabdi disana.
"Kalaupun ada mereka pasti sudah mengajukan pindah dengan alasan tidak ada infrastruktur yang mendukung, dan melakukan 'tembak diatas kuda' mengurus langsung ke BKPP dan kami tidak bisa mencegah itu," kata Suwandi.
Terkait dengan sarana dan prasarana di sekolah itu,Suwandi juga mengaku belum bisa berjanji untuk membenahi. Hal itu diakibatkan karena rasionalisasi anggaran.
"Anggaran pendidikan kita saat ini sangat kecil,makanya kita belum bisa melakukan renovasi,namun kita sudah mengusulkan kepada propinsi melalui bantuan keuangan," ujar Suwandi.(rhd)
###