Perpustakaan Nasional RI Bantuan Pusat di Bengkalis "Mangkrah"

Ahad, 14 Februari 2016 | 07:02:16 WIB
Kapal Perpustakaan Terapung Bantuan Perpustakaan Nasional RI "Mangkrah" yang tak tersentuh selama 7 tahun lalu.###Kapal Perpustakaan Terapung Bantuan Perpustakaan Nasional RI "Mangkrah" yang tak tersentuh selama 7 tahun lalu.###

BENGKALIS, UTUSANRIAU.CO  -  Sejak tahun 2009 lalu, Perpustakaan Nasional RI, telah memberikan bantuan berupa Speedboat sebagai kapal Perpustakaan Terapung. Yang bertuliskan, "Perpustakaan Terapung Bantuan Perpustakaan Nasional, mangkrah bak besi tua atau barang tak terpakai".

Namun sayang, sesampainya bantuan tersebut diserahterimakan sejak tahun itu hingga sekarang sekitar masuk tujuh tahun, kapal tersebut hanya bersandar di Sungai Bengkel, jalan Jend. Sudirman, kota Bengkalis, tanpa disentuh sama sekali, alias mangkrah menjadi besi tua.
 
Kapal ini diserahkan dari Perpustakaan Nasional RI pada Pemda Bengkalis melaui Badan Perpustakaan Umum Arsip dan Dokumentasi (BPUAD) Bengkalis, sebelum terjadinya pemekaran Kabupaten Kepulauan Meranti, yang bertujuan untuk melayani di wilayah pesisir, dan Kab. Bengkalis salah satu sasaran bantuan tersebut disalurkan.
 
Soal tidak difungsikan Kapal bantuan dari pusat tersebut, lantaran sudah kurang memadai, tidak efektif serta tidak efisien dalam penganggaran untuk mengoperasionalkan.
 

###

Pihak Badan Perpustakaan Umum, Arsip dan Dekumentasi (BPUAD) Kab. Bengkalis, telah menyampaikan ke Perpustakaan Nasional RI dan masih menunggu keputusan ataupun solusi yang harus dilakukan.
 
Demikian yang disampaikan Kepala BPUAD Bengkalis Khairuddin, bahwa pihaknya saat ini masih menugggu keputusan dari Perpustakaan Nasional, apakah bantuan Kapal tersebut akan ditarik kembali, atau ada solusi yang lain.
 
"Terkait kapal tersebut, kita dari BUAD Bengkalis hanya bisa menyiapkan anggaran untuk keamanan dan perawatan seperti kebersihannya saja, dan kalau untuk lainnya anggaran sudah tidak terpenuhi lagi, selain itu, jika diopersionalkan, Perpustakaan Terapung itu, sudah tidak efektif lagi,"terangnya, Minggu (14/02/16).

Ia berharap, bantuan berupa fasilitas Perpustakaan terapung itu bisa diganti dengan mobil keliling, karena dinilai lebih memadai jika dimanfaatkan untuk melayani masyarakat sampai ke pelosok desa. (bp)
 

###

Terkini