Ini Penjelasan Kajari Bengkalis Soal Program Jaksa Masuk Sekolah

Kamis, 14 April 2016 | 12:04:33 WIB
###

BENGKALIS, UTUSANRIAU.CO -- Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), merupakan program Nasional, yang dicanangkan oleh Kejaksaan Agung, yang bertujuan untuk memutus mata rantai berbagai kejahatan yang akan timbul pada generasi penerus.

Demikian yang disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkalis Rahman Dwi Saputra, bahwa untuk target Kejari Bengkalis sendiri, setiap Sekolah se Kabupaten Bengkalis di Tingkat SMP dan SMA sederajat, dalam tahun 2016 ini, semuanya akan mendapatkan paparan soal hukum.

"Memang dalam satu tahun ini, tidak mungkin setiap sekolah kita sanggup untuk menyambanginya, tapi kita punya pola sendiri, agar siswa-siswi tingkat SMP dan SMA Sederajat se Kabupaten Bengkalis tetap dapat mendengarkan paparan kukum, yakni jika kita turun satu daerah, kita gabungkan siswa dengan siswa sekolah lainnya," ungkap Kajari ketika dihubungi, Kamis (14/04/16).

Pria dengan sifat Kebapak-Bapakan ini menjelaskan, sosialisasi hukum melalui JMS tersebut, paparannya bukan hanya soal hal hal yang berkaitan dengan korupsi, namun ada dua paparan lagi yang disampaikan, yakni soal kejahatan kekerasan dan narkotika.

"Tiga paparan ini, yang kita sampaikan ke seluruh siswa-siswi yang ada di Kabupaten Bengkalis secara bergiliran, tujuannya agar mata rantai kejahatan tersebut terputus sampai disitu saja, dan ini bentuk upaya kita dalam menciptakan, agar negara dapat aman dan bebas dari pelanggaran hukum," tambah Rahman.

Ia menjelaskan, bahwa pada hari Kamis (07/04/16) lalu, pihaknya telah turun ke Sekolah yang ada di Kecamatan Siak Kecil, yang disambut antusias oleh pihak sekolah, dan sebelumnya telah dibuka di ruang Rapat Disdik Bengkalis jalan Pertanian terkait paparan hukum untuk memutus mata rantai kejahatan tersebut.

"Kita berharap program JMS bekerjasama dengan Dinas Pendidikan ini, dapat berupaya untuk memberikan kepahaman soal hukum terhadap generasi penerus bangsa, agar masa depan bangsa lebih baik dibanding situasi yang kita hadapi saat ini," harap Kajari lagi.**Bp

###

Terkini