Penggambaran Sekolah Tak Penuhi Standar Mendikbud Puji Film "Murid5"

Rabu, 01 Juni 2016 | 05:06:50 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan memberikan pujian atas diluncurkannya film serial berjudul MURID5###

JAKARTA, UTUSANRIAU.CO - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan memberikan pujian atas diluncurkannya film serial berjudul MURID5 yang bisa diakses melalui Youtube mulai (8/6). Film hasil garapan oleh tim Advokasi Program Pengembangan Kapasitas Penerapan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar (PKP-SPM Dikdas) dan dukungan dari Uni Eropa dan Asian Development Bank (ADB) ini merupakan hasil kolaborasi kreatif yang patut diapresiasi.
 
"Saya apresiasi setinggi-tingginya para profesional komunikatif kreatif yang mewujudkan pembuatan serial MURID5 ini," kata Anis Baswedan di kantor Mendikbud, Rabu, (1/6/2016).
 
Anis menyambut positif dukungan Uni Eropa dan ADB untuk pendidikan khususnya melalui program PKP-SDM Diknas. "Pendidikan adalah sebuah gerakan. PKP-SDM Dikdas sebagai kerja kolaboratif memberikan contoh baik tentang sinergi berbagai komponen bangsa untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan secara merata dari Sabang sampai Merauke, "katanya.
 
Dalam kesempatan sama, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan, film ini menceritakan tentang pemenuhan standar pelayanan minimal sekolah. Standar pelayanan minimal sekolah memiliki 27 indikator, dari 27 indikator sebanyak 14 indikator merupakan kewajiban Pemda.

Sebanyak 14 indikator antara lain penyediaan guru, buku, sarana dan prasarana. Film ini menggambarkan sekolah-sekolah yang tak memenuhi layanan standar minimal sekolah. 
"Jadi film ini untuk menunjukkan kepada publik bagaimana kondisi sekolah-sekolah kita. Ada sekolah yang kurang guru, sekolah tak punya perpustakaan," kata Hamid.

Hamid berharap film MURID5 bisa mengingatkan Pemda terhadap kewajiban mereka untuk memenuhi standar pelayanan minimal sekolah. SPM Dikdas sebagai tolok ukur kinerja dan kualitas layanan pendidikan dasar di Indonesia harus menjadi pendorong kemajuan di berbagai daerah.
 
"Jangan hanya kurang buku kemudian kirim surat ke Kemendikbud. Semoga seria MURID5 ini bisa menggerakkan semua pihak memenuhi SPM Dikdas di berbagai penjuru Indonesia, " katanya.

Menurutnya, jangan biarkan sekolah terlantar berjuang sendirian. Pemda harus ada perhatian kepada sekolah-sekolah di daerahnya. "Film MURID5 ini dibiayai Uni Eropa dan ADB. Film sebanyak 17 seri ini hanya disiarkan di Youtube sebab kalau disiarkan di TV mahal biayanya," ujar Hamid.**Bambang
 
 

###

Terkini