PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Anggota DPRD Riau dari Fraksi PAN, Syamsurizal menyayangkan Sepuluh mahasiswa asal Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Provinsi Riau penerima bantuan Beasiswa Utusan Daerah (BUD) yang tengah belajar di Institut Pertanian Bogor (IPB) Jawa Barat, terancam dinonaktifkan hingga diberhentikan pihak kampus, hingga setakad ini belum menyelesaikan biaya administrasi padahal 10 mahasiswa itu sudah masuk semester enam.
Hal tersebut bedasarkan surat dari Pihak IPB telah mengirimkan surat resmi ke Pemkab Rohul, dimana surat Nomor 3959/IT3.27/KU/2016 tertanggal 14 April 2016, perihal Biaya Pendidikan Mahasiswa BUD Program Sarjana IPB, diteken oleh Ketua TIM BUD IPB Ir. Ibnul Qayim, dan kini belum ada jawaban dari pemerintah daerah.
Padahal sebelumnya, Pemkab Rohul telah menjalin komitmen bersama atau MoU, seharusnya Pemkab Rohul membayar biaya pendidikan sepuluh mahasiswa BUD hingga semester sepuluh, papar Syamsurizal kepada UTUSANRIAU.CO usai menghadiri pelantikan Sekdaprov Riau di Gedung daerah, Senin (1/08/16).
Menurut dia, sesuai MoU dengan Pemkab Rohul tahun 2013 silam, semasa Bupati Rohul Achmad, biaya pendidikan mereka mulai semester satu hingga semester sepuluh ditanggung penuh oleh Pemkab Rohul.
Seharusnya ini menjadi perhatian pemerintah kabupaten Rohul dan kesepuluh mahasiswa itu merupakan mahasiswa yang berprestasi bisa masuk ke IPB bukan mahasiswa asal comot tentunya setelah melalui seleksi dari Pemkab Rohul yang begitu ketat.
"Anggota DPRD Riau dari Fraksi PAN yang juga Daerah pemilihan Kabupaten Rokan Hulu mengharapkan kepada pemkab Rohul untuk menggangarkan kembali beasiswa itu di anggaran APBDP 2016 Ini," harap Syamsurizal.
Sedangkan Kesepuluh mahasiswa berprestasi yang tengah belajar di IPB, yakni Ajri, Tengku Afrizal, Yeni Suryani, Fauzi Wahyudi, Rian Herdiansah, Saurlina Agustina, Nesha Priga Hasanah, M. Syaiful Mustaqim, Ilman Ghoni, dan Rizki Jumiati Hasanah.**warno
###