UJUNGBATU, UTUSANRIAU.CO - Komite Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Tandun-Ujungbatu bersama ratusan wali murid, Sabtu, (6/8) mengelar rapat komite. Dalam rapat tersebut, disepakati untuk tahun ini di MTsN 1 Tandun-Ujungbatu akan dibangun satu unit ruang kelas belajar (RKB) bersamaan dengan penambahan 40 set mobiler.
Bertempat di halaman MTsN 1 Ujungbatu, hadir pada kesempatan tersebut Ketua Komite, H Zulfikar MPd, Pengawas Komite, Ali Panjaitan,
Sekretaris Komite, Andesmar MSi, Kepala MTSN 1 Tandun-Ujungbatu, Drs Afdizon, Waka Bidang Kesiswaan, Ahlakkisman SAg, beserta guru dan staf madrasah.
Ketua Komite MTsN 1 Tandun-Ujungbatu, H Zulfikar MPd kepada Wartawan mengatakan, saat ini madrasah sangat membutuhkan tambahan satu
unit RKB. Dengan estimasi biaya pembangunan RKB sebesar Rp90 juta.
"Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan satu unit lokal sebesar Rp90 juta. Intinya, lokal yang akan dibangun tidak perlu mewah, yang perlu sudah layak untuk dijadikan tempat proses belajar-mengajar," kata H Zulfikar.
Selain RKB, sambung Zulfikar, pihak madrasah juga membutuhkan 40 set mobiler berupa meja dan kursi, karena mobiler yang lama sudah banyak yang rusak. “Total anggaran yang dibutuhkan untuk penunjang program sekolah berkisar Rp187.360.000. Itu sudah termasuk dengan, pembuatan Mading, pipa dan tangki air, pembuatan koridor madrasah dan pembayaran listrik dan air PDAM, karena anggaran yang ada tidak mencukupi untuk menutupinya,"sambungnya.
Lebih dari pada itu, kata Zulfikar anggaran tersebut juga digunakan untuk pembayaran honor guru komite untuk 2 orang serta honor jaga
malam di madrasah tersebut. Lanjutnya, untuk memudahkan para pelajar mengkreasikan bakat seninya, pihak madrasah juga berencana untuk
mengganti peralatan Drum Band dan Rebana.
"Agar madrasah ini lebih maju lagi, kita bermohon sumbangsih dari wali murid. Apalagi, MTsN 1 Tandun-Ujungabatu ini merupakan madrasah
terbaik di Riau dan sering mengikuti berbagai perlombaan. Hendaknya, prestasi yang dimiliki harus disesuaikan dengan sarana dan
prasarananya," paparnya.
Lebih jauh lagi, diutarakannya untuk pelaksanaan kegiatan tersebut, komite madrasah dan wali murid menyepakati, bantuan dana dalam dua
versi. Yakni, untuk wali murid yang kurang mampu membayar bantuan sebesar Rp350 ribu sementara untuk versi kedua bagi wali murid yang
dinilai mampu dibebankan biaya sebesar Rp450 ribu.
Lebih dalam lagi, katanya untuk biaya persiapan ujian sekolah (US), ujian akhir madrasah (UAM), biaya terobosan (Try Out), ekstrakurikuler hingga biaya perpisahan. Dalam rapat komite tersebut, sama-sama disepakati untuk wali murid kelas IX dibebankan biaya sebesar Rp495 ribu per wali murid.
"Jika wali murid memiliki dua orang anak yang bersekolah di madrasah ini, biaya yang dibebankan hanya untuk satu orang. Untuk pembayaran bantuan dana tersebut, komite memberikan waktu hingga bulan Desember. Karena semakin cepat dana terkumpul, maka pembangunan akan dipercepat,"jelasnya.
Menyikapi permohonan dari komite madrasah tersebut, salah seorang perwakilan wali murid, Berlian Siregar Sag mengusulkan kepada ketua
komite untuk menyesuaikan bantuan dengan kondisi perekonomian wali murid. “Mewakili wali murid yang hadir, kami berharap agar komite
melaksanakan kegiatan yang menjadi prioritas, seperti pembangunan lokal yang menjadi kebutuhan pelajar,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala MTsN 1 Tandun-Ujungbatu, Drs Afdizon mengaku, telah mengajukan permohonan kepada Kanwil Kemenag Riau di Pekanbaru, untuk penambahan satu unit RKB di madrasah yang dipimpinnya. Namun, hal itu tidak terealisasi. Karena tahun lalu,
Kanwil telah membangun dua unit RKB di madrasah tersebut.
Tidak sampai disitu saja, pria yang dikenal murah senyum tersebut tetap memperjuangkan para pelajarnya yang kurang mampu melalui program Bantuan Siswa Miskin (BSM). Setelah melalui proses rapat di Pekanbaru, diakuinya untuk tahun ini sebanyak 300 orang pelajarnya mendapatkan bantuan dari BSM sebesar Rp750 ribu per orang.(Ys)
###