Dompet Dhuafa Gelar Seminar LGBT di UPTD Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepualauan Meranti

Ahad, 14 Agustus 2016 | 07:08:25 WIB
Foto Int###

RANGSANG, UTUSANRIAU.CO - Guru Konsultan bersama Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) kecamatan rangsang pesisir melaksanakan Seminar LGBT pada 26 Juli 2016 yang lalu. Perilaku menyimpang bukanlah hal yang baru saja terdengar di kalangan masyarakat kita. Bahkan perilaku ini sudah ada sejak zaman nabi Luth.

Menyukai sesama jenis dan sampai perilaku menyimpang lainnya. Dalam kegiatan kali ini guru konsultan yayasan Dompet Dhuafa bersama UPTD kecamatan Rangsang pesisir mengadakan kegiatan seminar guna untuk meningkatkan pemahaman para tenaga pendidik khususnya tingkat sekolah dasar yang mana ini adalah tonggak utama penanaman karakter terhadap jiwa seorang anak dalam masa perkembangannya di kemusian hari.

Pak Mazlan selaku kepala UPTD dalam sambutannya menyampaikan "mari sama-sama kita cari tahu apa sebenarnya LGBT ini dan apakah ada disekitar kita serta bagaimana nantinya kita bisa mengenali tindakan LGBT ini”.

Peserta yang berhadir pada kegiatan ini sebanyak 11 perwakilan sekolah dari 16 sekolah yang ada ditambah dengan pegawai UPTD yang berhadir karena kegiatan ini dilaksanakan di kantor UPTD. Dalam pelaksanaannya terlihat bahwa sudah ada pengetahuan sebelumnya terkait materi yang disampaikan yakni LGBT. Hanya saja muncul keresahan di dalam dunia pendidikan adalaha kerjasama dengan orang tua yang notabennya orang tua tidak paham dengan aktivitas yang dilakukan oleh anaknya dkarenakan kurang memahami alat komunikasi yang digunakan sang anak.

"Begina ya bu ya, kami ini disini bukan tidak melakukan upaya penanganan terkait perilaku menyimpang, namun kita ketahui bersama bahwa orang tua dirumah tidak bisa mengontrol sang anak melalui HP yang digunakan anak.

Karena kita lihat anak-anak sekarang sudah hampir merata menggunakan HP canggih. Inilah yang menyebabkan kecolongan dari kontrol orang tua terkait apa yang dilakukan sang anak dengan Hpnya itu bu," ujar salah satu peserta.

Nah. Ini yang membuktikan bahwa musuh terbesar dalam dunia pendidikan adalah media sosial yang dibumbui oleh teknologi yang samakin canggih serta dampingan orang tua  yang masih belum maksimal dilakukan. Oleh karena itu tugas kita bersama untuk saling mengingatkan sesama orang tua tentang fungsi dan peran orang tua terhadap pola asuh anak.**rls

###

Terkini