Pendistribusian Buku Paket Kurikulum 2013 di Pelalawan Belum Terlaksana

Senin, 07 April 2014 | 05:04:49 WIB

PELALAWAN, UTUSANRIAU.CO - Sampai saat ini, Pendistribusian buku paket kurikulum 2013 ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Pelalawan masih belum dilaksanakan. Hal ini disebabkan masih menunggu laporan data siswa dari pihak sekolah.

"Buku paket kurikulum 2013 segera masuk. Tentunya, dalam waktu dekat segera didistribusikan ke tiap sekolah. Hanya saja, dinas masih menunggu laporan sekolah," terang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan MD Rizal,M.Pd, melalui Kabid Kurikulum Salbiah,S.Pd didampingi Kasi Kurikulum Kasi dan Kesiswaan SD, M Ali,S.Pd, saat menghadiri Al Bayan Fair 2014 di sekolah Al Bayan, Jalan Arbes Pangkalan Kerinci Timur, Sabtu (5/4).

Salbiah mengatakan bahwa data seluruh siswa sebut M Ali sangat  penting, karena sebagai acuan dalam pendistribusian buku tersebut nantinya. Semua siswa akan diberi buku, tapi kalau jumlahnya belum tahu tentu bagaimana pula harus mendistrubusikannya.

"Jadi sekolah diharapkan segera melaporkannya termasuk siswa baru," tegasnya.

Terkait kegiatan Al Bayan Fair yang digelar pihak Sekolah Al Bayan selam dua hari dengan beragam kegiatan, seperti lomba, market day dan pentas kreasi siswa, M Ali, mewakili Kadisdik Pelalawan menyebutkan iven tersebut pantas diapresiasi, karena mampu memotivasi siswa untuk berkreasi.

"Selain itu, kegiatan ini juga sebagai ajang menyalurkan bakat dan minat siswa. Kalau TK dan SD saja sudah semeriah ini, tentu jika di Al Bayan ada jenjang SMP dan SMA tentu akan lebih baik lagi. Dinas tentu akan mensupport sesuai dengan apa yang bisa dibantu," ungkapnya.

Diakui M Ali, selama ini sekolah swasta, termasuk Sekolah Al Bayan, selalu tampil selangkah lebih maju dalam beberapa hal dibanding sekolah negeri. Mudir (Kepala) Sekolah Al Bayan Ustdaz Gufron Halimi R,S.Pd menyebutkan, Al Bayan Fair 2014 merupakan program tahunan sekolah. Hanya saja sempat vakum beberapa tahun dan baru tahun ini dilaksanakan kembali dengan meriah. (ur2)

Terkini