PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Kepala Subbagian Kepegawaian Dinas Pendidikan kota Pekanbaru Irpan Maidelis Spd MM menyatakan bahwa dalam kurun waktu tiga tahun kedepan Kota Pekanbaru akan alami krisis guru. Hal itu disebabkan banyaknya guru yang sudah memasuki usia pensiun.
Jika hal ini tidak segera diantisipasi maka banyak sekolah yang kekurangan tenaga pengajar dan kemerosotan pada mutu pendidikan di kota Pekanbaru.
"Berdasarkan data guru PNS di kota Pekanbaru sebanyak 5950 dan guru non PNS 4723 total guru di Pekanbaru sebanyak 11454 orang. Ini sangat disayangkan dari 5950 guru PNS banyak yang sudah memasuki usia pensiun dan puncaknya pada tahun 2018 mendatang," jelas Irpan.
Dijelaskan Irpan ia berharap untuk mengantisipasi kota Pekanbaru tidak krisis guru pihaknya berharap kepada Pemerintah kota Pekanbaru untuk mengupayakan dibukanya lowongan CPNS untuk guru.
"Itu salah satu cara kita untuk mengantisipasi krisis guru, " ungkapnya.
Untuk kondisi saat ini, kota Pekanbaru sudah mengalami krisis guru terutama guru SD, guru kelas, guru olahraga dan guru agama.
"Untuk sementara ini kita menanggulanginya menggunakan guru komite yang dibiayai melalui dana BOS,. Sedangkan total guru komite di Pekanbaru sebanyak 2414. Tapi ini tidak bisa mengatasi krisis guru yang disebabkan pensiun, tersebut," ujar Irpan.
Dari informasi didapatkan sampai saat ini jumlah sekolah di Kota Pekanbaru sebanyak 514 sekolah. Sekolah itu terdiri dari 195 SD Negeri, 94 SD Swasta, 41 SMP Negeri, 77 SMP Swasta,16 SMA Negeri, 39 SMA Swasta, 7 SMK Negeri dan 49 SMK Swasta.**ur1