Pengunjuk Rasa Minta Kadisdik Pelalawan di Copot dari Jabatannya

Jumat, 25 November 2016 | 07:11:17 WIB
Puluhan massa Aliansi Peduli Masyarakat Kabupaten Pelalawan menggelar unjuk rasa di depan kantor bupati. Mereka menuntut pencopotan Kadisdik Pelalawan/ Net###

PANGKALAN KERINCI, UTUSANRIAU.CO - Puluhan massa Aliansi Masyarakat Pembela Kabupaten Pelalawan (AMPKP) pada Kamis (24/11/16) pukul sekitar pukul 11.00 Wib ‎menggelar aksi di Kantor Bupati Pelalawan agar Bupati HM Harris mencopot jabatan Kepala Dinas Pendidikan yang dinilai massa telah melecehkan Kabupaten Pelalawan. 

Pernyataan yang dianggap keliru menjadi polemik yang dialami  kadisdik Drs H Syafruddin Kamal MM. Ibarat pepatah Melayu, "Dari pada salah cakap, lebih elok salah kain". Karena salah pernyataan dapat diduga jadi pelecehan.

Tudingan AMPKP bahwa pelecehan diduga dilakukan oleh Kepala Dinas Kabupaten Pelalawan H Syafruddin MM yakni pernyataannya saat menjadi inspektur upacara pada Apel Senin (21/11) pagi di halaman Kantor Bupati Pelalawan, dimana dalam pernyataannya menyebutkan bahwa "80 persen pembangunan sekolah di Kabupaten Pelalawan dari Kabupaten Kampar".

Yahya dan Jumri Harmadi, koordinator lapangan massa yang berdemo silih berganti menyampaikan orasi. "Pernyataan Kadisdik sudah melecehkan Kabupaten Pelalawan. Darimana Kadisdik dapat data kalau 80 persen pembangunan sekolah di Pelalawan berasal dari Kampar. Kalau ngomong harus punya data akurat jangan asal mengeluarkan statement saja," papar Yahya. 

Jumri Harmadi juga menyampaikan bahwa ini peringatan keras bagi pejabat-pejabat di Kabupaten Pelalawan agar tidak sembarangan mengeluarkan statement kalau tidak didukung dengan data. " Pejabat jangan sembarangan ngomong. Harus punya data jangan melecehkan Negeri sendiri dan menyakiti hati masyarakat," teriaknya. 

Sekda Pelalawan H Tengku Mukhlis MSi didampingi Asisten III Emir Efendi yang menerima massa pen‎demo menyampaikan bahwa usai upacara dan saat coffe morning Bapak Bupati Pelalawan HM Harris sudah menegur Kadisdik Pelalawan. 

"Ya, kita akan dorong dan minta kepada Kadisdik untuk menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui media massa," ucapnya.
Sementara itu, kadisdik akhirnya membuat permintaan maaf karena pembacaan pidatonya.   

"Terkait dengan pernyataan saya pada waktu menjadi pembina apel hari senin tanggal 21 November 2016 di depan bapak Bupati dan para pejabat lainya yang menyatakan bahwa 80 persen pembangunan sekolah dikabupaten pelalawan berasal dari Kabupaten Pelalawan berasal dari Kampar".

Maka dari itu karena tidak didukung data yang akurat. Untuk itu dari hati yang paling dalam saya sampaikan permohonan maaf kepada bupati Pelalawan, tokoh masyarakat dan pendiri, dan masyarakat kabupaten Pelalawan, dengan ini menyatakan permohonan maaf atas pernyataan saya tersebut. Demikian permohonan maaf ini saya sampaikan, Terima kasih. EP

###

Terkini