PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Puluhan Guru Tidak Tetap (GTT) Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru duduki ruang rapat Walikota, Selasa (27/12/16). Mereka mempertanyakan pemotongan gaji hingga Rp700 ribu.
Salah seorang guru yang hadir menuturkan, semula gaji yang diberikan pemerintah mencapai Rp2,1 juta. Tapi belakangan, gaji GTT dipotong hingga Rp700 ribu."Kemarin memang naik. Tapi sekarang terima Rp1,5 juta. Dipotong," kata seorang guru.
Selain mempertanyakan gaji, puluhan guru ini juga pertanyakan soal perpanjangan kontrak. Menurut guru itu, pengumuman perpanjangan kontrak baru keluar. Sementara tanggal 27 Desember, berkas perpanjangan kontrak sudah harus diserahkan.
"Keluarnya kalau tidak salah tanggal 25. Waktu mepet. Kepala sekolah mana ada lagi," kata dia.
Menanggapi hal tersebut Plt Walikota Pekanbaru yanh didampingi kepala Dinas Pendidikan dan Asisten IV pemko Pekanbaru menyatakan bahwa alasan pemotongan gaji guru tidak tetap (GTT) hingga Rp 700 ribu pada tahun 2017 mendatang karena kemampuan keuangan pemko Pekanbaru yang semakin lemah.
"Namun, ini semua belum final, kita tunggu saja Sekretaris Daerah pulang dari Jakarta, karena beliaulah yang paham dengan kondisi keuangan pemko Pekanbaru," jelas Edwar Sanger dihadapan puluhan Guru Tidak Tetap.
Ditegaskannya, Secara pribadi dirinya sangat tidak setuju dengan adanya pemotongan gaji tersebut karena peran guru guru sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kwalitas pendidikan. rtc/nur
###