SELATPANJANG, UTUSANRIAU.CO - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Meranti Menggugat (AM3) kembali menggelar aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Selatpanjang. Mereka menuntut hak biaya pendidikan mahasiswa (beasiswa, red) yang sejak tahun 2015 hingga kini (2017, red) belum kunjung dibayarkan.
Dari pantauan di lapangan Selasa (14/2/2017), puluhan mahasiswa melakukan longmarch dari titik kumpul di jalan Pramuka Selatpanjang untuk menuju ke kantor Bupati. Dalam perjalanan, pengunjuk rasa menyampaikan orasinya terkait tuntunan mereka.
Selain orasi, mahasiswa yang tergabung dalam aliansi tersebut juga membentang spanduk dan bendera yang bertuliskan antara lain; kami menolak lupa, anti php, peduli mahasiswa, kami kecewa 2015, 16,17.
Arti dari maksud yang mereka tuliskan di spanduk tersebut, mahasiswa telah menolak seolah-olah pemerintah daerah sudah lupa akan hak mahasiswa yang hingga memasuki tahun 2017 belum kunjung dibayarkan. Pemda dinilai sudah mengingkari janji, katanya beasiswa akan dibayarkan usai pilkada tahun 2015.
Namun, janji tersebut hanya omong kosong saja. Kenyataannya dua tahun hingga sudah memasuki tahun 2017 beasiswa tersebut belum diterima mahasiswa. Oleh karena itu, mereka menyampaikan kekecewaannya terhadap Pemda yang sudah seperti memberi harapan palsu.
Sampai di pintu gerbang kantor Bupati, aksi unjuk rasa mahasiswa yang dikawal oleh aparat Kepolisian, TNI, dan Satpol PP memberi jalan masuk hingga depan Kantor Bupati. Mereka ingin bertemu dengan Bupati Kepulauan Meranti, Irwan MSi untuk mempertanyakan kejelasan mengapa beasiswa belum dibayarkan.
"Kita hanya ingin hak kita, kita tidak akan merusak. Kantor (Bupati) ini didirikan dengan uang (rakyat) kami, tidak mungkin kami merusak kantor kami," ujar salah satu korlap dari mahasiswa dengan pengeras suara.
"Kami ingin bertemu langsung dengan bapak Bupati kita Irwan. Kami sudah bosan, kita diberi harapan palsu," teriaknya lagi dalam orasi tersebut.
Niat mereka untuk bertemu Bupati ternyata tidak terpenuhi, mengingat Bupati Irwan tidak berada ditempat, karena tengah menghadiri agendanya keluar daerah. Sementara tepat didepan kantor Bupati, kedatangan puluhan mahasiswa hanya bisa disambut baik oleh Plt Sekda Kepulauan Meranti, Julian Norwis.
Pertemuan itu, mahasiswa langsung menyampaikan ke Sekda atas tuntutan mereka terkait belum dibayarnya beasiswa tersebut. Saat itu, Sekda langsung menanggapi atas tuntutan mahasiswa. Selama mediasi tersebut berlangsung hingga pukul 15.15 WIB tetap berjalan tenang, aman, dan damai. (rhd)
###