SIAK KECIL, UTUSANRIAU.CO - Pelepasan dan perpisahan siswa kelas XII angkatan IX SMKN I siak kecil tahun pelajaran 2016/2017 dan peringatan isra' miraj 1438H, dengan tema," pendidikan adalah tiket ke masa depan, hari esok dimiliki oleh orang-oerang yang mempersiapkan dirinya semenjak hari ini" jadi teruslah belajar walaupun sudah tamat dari SMK, karena siswa SMK itu, bisa bekerja, bisa wirausaha, bisa kuliah.
Pelepasan dan perpisahan di laksanakan hari ini, sabtu (29/04) dilapangan SMKN I di jalan BOB desa koto raja, kecamatan siak kecil, kabupaten bengkalis, propinsi riau, yang di hadiri, anggota dewan dapil bukit batu, Hj Aisyah dari fraksi golkar, camat, Mulyadi , kapolsek, yang mewakili, kades koto raja, kepala sekolah SD, SMP, yang mewakili, ustad Pilusman, majelis guru SMKN I, ketua komite, Guntur, orang tua murid kelas XII, siswa-siswi kelas X,XI, tokoh masyarakat, tokoh agama desa koto raja, serta undangan lainya.
Ketua OSIS, David Leonardo, mewakili keseluruhan siswa-siswi, menyatakan, apabila selama ini ada kesalahan selama kita disekolah, mohon dimaafkan, kakak kelas, telah memberikan tauladan bagi kami, kami akan berusaha memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama sekolah ini, kami berharap, kakak kami menjadi orang sukses dimanapun melakukan aktifitas.
Dalam kesempatan yang sama, siswa yang mewakili dari kelas XII, dalam kata sambutam perpisahan, mengucapan ribuan terimakasih, atas partisipasi semua majelis guru selama mengajar, dibenak kami bapak dan ibu guru merupakan pahlawan pendidik, tidak terasa tiga tagun lalu, kami datang dengan wajah polos, masih malu bawa cangkul, namun kami saat ini bangga jadi anak pertanian, untuk guru-guru kami, kami tidak dapat membalaskan apa yang telah diberikan guru-guru selama pendidikan, selain mengucapkan terimaksih," teman-teman saat ini kita berpisah, tapi berpisah bukan selamanya, kami setelah tamat dari sekolah ini, masih panjang perjalanan dan memikul beban yang berat, nantinya jika kita dipertemukan dengan keberhasilan, kami tak akan lupa, harapan kami untuk adek kelas, marilah kita sama-sama menjaga nama baik sekolah kita", ujar, yang mewakili dari kelas XII. Saingan terberat adalah waktu, lanjutnya, waktu terus berjalan, gunakan waktu semaksimal mungkin untuk mengapai keinginan kita, meraih cita-cita, serta mewujudkan harapan yang terbentang di depan kita, dan menjadi sukses dimasa yang datang.
Ketua komite, Guntur, sebangai komite, menyampaikan terimakasih, kepada wali murid yang telah ikut mensukseskan pelepasan dan perpisahan, berkat bantuan dan partisipasi orang tua murid serta semua panitia dapat terselelengaranya acara perpisahan, anggaran yang kita gunakan untuk acara ini, tentunya semua keputusan bersama," untuk anak didik kelas XII, tentunya kami sebangai orang tua, sekedar mengingatkan, timbalah ilmu sebanyak-banyaknya, manfaatkan waktu dengan baik, dan usahakan kita bisa bermanfaat bagi orang banyak, camkanlah didalam diri kita masing-masing", imbuh, Guntur. Sebangai orang tua dan komite sekolah, sambungnya, kami menyampaikan terimaksih bagi seluruh majelis guru-guru, Kasek Edy Yusri, yang telah bersusah payah mendidik anak didik kelas XII, dan harapan kami untuk anak kelas XII kalau sudah berhasil jangan lupa kembali ke SMKN I.
Edy Yusri, kasek SMK I, dalam kesempatan yang sama, menguraikan, SMKNI ini ingin mengedepankan prestasi, sejak berdirinya sekolah ini, tanggal 08-08-2008, yang gedungnya masih menumpang di desa sungai siput, kecamatan siak kecil, sekolah ini kita tonjolkan di prestasi, kita menghasilkan kelulusan yang sudah bisa bersaing di masyarakat, khusus untuk anak-anak jangan tergiur yang tidak baik, jaga karakter, etika, moral, " sekedar informasi dan diketahui bersama, enam orang siswa kelulusan tahun ini, telah lulus dan di terima kerja di PT, yang wilayah kerjannya dikalimantan barat", jelas, Edy. SMKM I sudah ada beberapa MoU dengan perusahaan yang ada di Riau, terangnya, untuk memudahkan anak-anak saat Prakerin, ilmu yang didapatkan di sekolah ini, manfaatkan semaksimal mungkin, segala upaya dan daya telah di berikan guru-guru untuk seluruh siswa-siswi, bangganya guru jika murid itu jadi sukses, tapi hancurnya hati guru jika mendengar anak didik kami jadi manusia yang tidak karuan, ilmu disini adalah dasar.
Kasek Edy Yusri, sedikit curhat dihadapan undangan, Dilema jadi guru honorer, sejak SMA sederajat kewenanganya telah di ambil alih propinsi, ada kekwatiran nasib guru honorer yang telah lama mengajar di sekolah ini, bahkan Kasek, Edy Yusri, menginginkan anggota dewan yang ada, Hj Aisyah, yang duduk di komisi IV, yang membidangi pendidikan, turut memperhatikan nasib guru honorer. Kita bisa bersenergi antara orang tua murid, dengan pihak sekolah, dikarenakan kita sama-sama punya keinginan memajukan anak didik dan sekolah ini," kami tekankan anak didik kelas XII makai jas di acara ini, kedepanya anak didik petani yang dihasilkan di sekolah-sekolah jadi sukses", tandasnya.(yul)