PEKANBARU-UTUSANRIAU.CO -- Pemerintah Kota Pekanbaru berencana akan membangun Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di lahan hibah masyarakat yang terdapat di Jalan Damai Kelurahan Palas. Lahan seluas 2 hektare ini atas nama pribadi yakni almarhum Sihotang di hibahkan kepada Lurah lama Baharudin.
Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, Kamis (8/5) saat melakukan peninjauan lokasi Ayat disambut tokoh masyarakat. Dalam tinjauan itu masyarakat setempat menyampaikan minatnya agar Pemerintah Kota (pemko) membangun Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di lahan hibah tersebut.
Japri M, salah seorang warga mengatakan bahwa saat ini masyarakat di tempat tersebut mengeluhkan pendidikan anak mereka khusunya untuk melanjutkan sekolah ke SMP. Dari 4 SD yang kini tersedia di Palas, belum ada SMP,sehingga kalau ingin melanjutkan sekolah ke SMP terpaksa harus keluar dan jauh sehingga anak-anak harus kos. "Kami mengharapkan di lahan hibah ini pemko membangunkan SMP," ujarnya.
Untuk menuju lokasi harus melintasi kubangan lumpur. Bahkan sebagian rombongan terpaksa menggunakan sepeda motor. Dari Kantor Lurah Palas, jarak tempuh lebih kurang 20 menit.
Wawako usai peninjauan mengakui, Pemko Pekanbaru mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menghibahkan lahannya kepada pemerintah. Dia juga merespon permintaan masyarakat, namun sebelum dibangun sekolah Wawako mempertanyakan status lahan.
Para tokoh masyarakat yang hadir saat itu mengatakan kalau lahan tersebut resmi dan bisa dipertanggungjawabkan. Jika dikemudian hari ada yang mempermasalahkan, warga Kelurahan Palas siap turun tangan.
Menindak lanjuti hibah lahan tersebut Ayat mengintruksikan Asisten IV untuk membuat plang nama, kalau lahan tersebut merupakan lahan Pemko yang akan dibangun SMP.
Selain itu juga, mengintruksikan Asisten IV untuk dikoordinasikan kepada Dinas Bina Marga agar bisa segera dilakukan pengerasan jalan akses ke lahan.
Wawako berjanji akan dilaksanakan pada tahun 2015. "Kita akan bangun SMP nya pada tahun 2015. Karena memang kebutuhan SMP di Palas sangat mendesak. Pasalnya di sini ada empat SD, dua diantaranya SD Negeri 179 dan SD Negeri 023, serta dua SD Swasta," terang Wako.
Pada kesempatan tersebut Ayat meninjau salah satu SD dari 4 SD yang ada yakni SDN 179 Pekanbaru, jumlah siswa kelas satu ada tiga ruang belajar, sedangkan untuk kelas tiga mencapai 105 siswa.**(ra)