PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Berbagai persoalan terus bermunculan pasca pelantikan kepala sekolah SMA se-Riau yang dilakukan beberapa waktu yang lalu. Selain adanya penempatan yang tidak tepat, jual-beli jabatan pun menjadi persoalan baru.
"Salah satu tokoh di Riau pernah menyampaikan ke kami bahwa ia menerima laporan langsung terkait jual beli jabatan. Bagi yang ingin menjadi kepala sekolah, maka mesti menyetor uang kepada oknum yang menjamin bakal bisa jadi kepala sekolah," kata Ade Agus Hartanto, Sekretaris Komisi V DPRD Riau, Rabu (28/02/18).
Meskipun enggan menyebutkan siapa nama tokoh yang dimaksud, namun tokoh tersebut meminta pihaknya yang juga membidangi pendidikan, untuk menindaklanjuti persoalan ini, termasuk mencari tau kebenaran jual beli jabatan tersebut.
"Kita minta kepada tokoh tersebut agar menyampaikan kepada orang yang memberikan laporan ke dia agar menyampaikan hal ini langsung ke kami melalui surat resmi yang dilayangkan," jelasnya.
Lebih lanjut Sekretaris DPW PKB Riau ini katakan, persoalan ini mesti diselesaikan segera. Tidak tertutup kemungkinan pihaknya akan memanggil hearing Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Rudiyanto.
"Bisa jadi informasi yang disampaikan benar adanya. Makanya kita minta yang bersangkutan agar memasukkan surat resmi ke kita," tutupnya.rtc/nur
###