Penjaga Sekolah SD 08 Meninggal Terkena Serangan Jantung Bukan Keracunan

Rabu, 14 Maret 2018 | 07:03:26 WIB
Kepala Sekolah SD 08 Pangkalan Kerinci Suni Paseha ###

 

PANGKALAN KERINCI, UTUSANRIAU.CO - Kepala Sekolah SD 08 Pangkalan Kerinci Suni Paseha , Selasa (13/03) mengklarifikasi adanya kejadian meninggal penjaga sekolahnya (Anwar 47 tahun ) karena makan tempe di kantin. 

"Berita meninggal penjaga sekolah betul. Tapi karena penderita penyakit jantung. Polres juga sudah datang dan informasi tidak ada anak sekolah pinsan. Ada guru juga yang melihat penjaga sekolah terkena serangan jantung. Dan istrinya menjerit, si guru juga lemas, tidak keracunan. Mohon diklarifikasi" ujar Suni Paseha yang berangkat ke kecamatan Bunut mengantar jenazah Anwar sang penjaga sekolah.

Dengan hebohnya berita kematian Penjaga SDN 08 Simpang Kualo Pangkalan Kerinci Kota, Anwar (47) meninggal mendadak saat sarapan di kantin sekolah , Selasa (13/3/18) sekira pukul 10.30 Wib, karena makan tempe dikantin, disangga oleh kepala sekolah Suni Paseha. 

Dikatakan kepala sekolah bahwa tim Polres melakukan investigasi dengan KBO Reskrim Polres Pelalawan yang dipimpin IPTU Ferry Febrianto dan unit 1 Sat Reskrim Polres Pelalawan terungkap korban awalnya pingsan, ternyata serangan jantung.

"Tidak ada kejadian keracunan di SD 008 tersebut," katanya.

Sementara paur Humas Polres Pelaalwan, M. Sijabat, menyampaikan bahwa kejadian hasil investigasi di SD 08 Pangkalan Kerinci. Pemilik Kantin Sekolah a.n Anwar yang saat itu sedang makan dikantin miliknya tiba-tiba jatuh pingsan yang dari keterangan pihak keluarga bahwasanya korban Anwar ada riwayat penyakit jantung. Anwar langsung dibawa ke Klinik Budi Mulya Pangkalankerinci dan dari hasil pemeriksaan dokter terhadap Anwar telah dinyatakan meninggal dunia diduga karena serangan jantung.

Saat ini jenazah korban akan dibawa oleh pihak keluarga ke Bunut, kampung halamannya. Hal senada juga sama dengan keterangan yang berhasil dihimpun wartawan, guru SDN 08 Simpang Kualo Pangkalan Kerinci Kota. 

Menurut Guru di SD 08 itu mengatakan Anwar tewas saat sarapan pagi di kantin, saat sarapan tiba-tiba penjaga sekolah itu terjatuh dari tempat duduknya dengan kondisi mulut berbuih.

Dijelaskan guru ini, disaat melihat korban terjatuh itu, istri Anwar menjerit jerit dan minta tolong kepada orang yang ada di dalam lingkungan sekolah itu.Secara spontan mendengar suara minta tolong tersebut sang guru dan murid berdatangan untuk melakukan pertolongan kepada korban. Lalu korban di bawa ke Rumah Sakit. Namun belum sampai ke Rumah Sakit nyawa korban tak tertolong lagi .

Dalam situasi ramai dan ada yang menjerit, ada 2 guru pinsan lemas karena diduga terkejut melihat kejadian itu. Namun kedua guru sudah sadar  dan sehat kembali. EP

###

Terkini