PEKANBARU-UTUSANRIAU.CO -- Guna mengetahui sejauhmana pemanfaatan dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) oleh sekolah-sekolah, Dinas Pendidikan Riau bulan depan atau Juni, akan melakukan monitoring penggunaannya ke Kabupaten dan Kota.
Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Riau Dwi Agus Sumarno, saat acara penyerahan hasil Ujian Nasional (UN) Riau kepada Kabupaten dan Kota, Senin (19/5/2014) di ruang rapat Disdik Riau.
"Bulan depan kita akan melakukan monitoring dana BOS, sesuai amanat atau tidak, dalam monitoring tersebut akan kita bawa pihak inspektorat," tegasnya.
Untuk sekolah yang akan dilakukan monitoring, Dwi menyebut akan dipilih secara acak, dan jadwal untuk Kabupaten dan Kota mana yang terlebih dahulu dilakukan monitoring, juga dirahasiakan.
"Ini sebagai bentuk, agar Kabupaten dan Kota dan sekolahnya tidak mempersiapkan apa-apa yang kita butuhkan, karena kita ingin tanpa kita monitoring, sekolah-sekolah menggunakan dana BOS itu sesuai dengan peruntukannya," kata Dwi.
Dwi menyebut, monitoring itu guna mengtahui apakah penggunaan dana BOS itu sesuai dengan peruntukannya atau tidak, bagi yang tidak supaya diperbaiki, kalau sudah bagus akan ditingkatkan.
Dia menambahkan, seharusnya, informasi mengenai dana BOS ini seperti buku dan data penerima, seharusnya diinformasikan secara umum, di letakkan dipapan pengumuman didepan sekolah, bukan diruangan apalagi dibelakang lemari.
"Dana BOS ini penting untuk meningkatkan prestasi anak-anak, bukan prestise guru, semakin transparan, semakin clean govermand, dan akan menuju good govermant," ungkapnya.**(ris)
###