UTUSANRIAU.COM,PEKANBARU- Ribuan guru SD dan SMP di Pekanbaru melakukan aksi demo ke Kantor Walikota dan DPRD untuk menuntut tunjangan profesi,Selasa (5/3/19).
Saat demo di Kantor Walikota, perwakilan guru melakukan pertemuan dengan Asisten III Setdako Pekanbaru, Baharuddin di ruang rapat walikota di lantai 3. Baharuddin didampingi Kepala Disdik Pekanbaru, Abdul Jamal, Kaban Kesbangpol, M Yusuf, Inspektorat, Syamsuwir, Kabag Hukum, Fardham dan Kabag Humas, Mas Irba Sulaiman, turun untuk menemui langsung para guru tersebut.
“Kami sangat mengerti perasaan para guru, tapi hari ini keinginan untuk bertemu langsung dengan Pak Walikota, belum bisa kami realisasikan,” katanya.
“Besok ada iven nasional HUT Damkar, Kamis tanggal merah. Jum'at kita jembatani lagi berjumpa dengan Pak Wali,” imbuhnya.
Tak puas menyampaikan aspirasi dan tuntutan di Kantor Walikota Pekanbaru, seribuan guru tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kota Pekanbaru mendatangi kantor DPRD Kota Pekanbaru.
Mereka bergerak bergerak tertib menuju rumah wakil rakyat tersebut. Sesampai di Kantor DPRD Kota Pekanbaru, seribuan guru disambut oleh dua Wakil DPRD Kota Pekanbaru, Jhon Romi Sinaga dan Nofrizal. Termasuk juga Sekwan DPRD Kota Pekanbaru Alek Kurniawan dan perangkat anggota dewan lainnya.
Jhon Romi Sinaga saat menerima rombongan guru ini mengatakan, pihaknya menyambut kedatangan guru-guru ini dengan tangan terbuka.
"Kita minta perwakilan guru-guru untuk duduk bersama kami dan membahas terkait tuntutan yang disampaikan oleh guru-guru. Kalau tempat atau ruangannya cukup, kami mau terima semua guru-guru untuk duduk bersama kami. Tapi memang ruangan terbatas dan hanya beberapa guru perwakilan saja yang bisa duduk bersama kami. Nanti apapun keputusannya pasti akan kami sampaikan," cakapnya.
Politisi PDI Perjuangan ini berharap agar aksi yang digelar hari ini berjalan damai dan tak ada kericuhan.
"Kita akan bahas masalah Perwako ini di dalam. Bagi guru yang tidak ikut masuk harapan kami agar damai dan tentram," pungkasnya.
Untuk diketahui, para guru yang tergabung dalam PGRI Kota Pekanbaru ini menggelar aksi unjuk rasa terkait penghapusan tunjangan profesi terhadap guru bersertifikasi.
Para guru yang terdiri atas pria dan perempuan tersebut, turut serta membawa spanduk bertuliskan tuntutan mereka. Yaitu, mempertanyakan Peraturan Walikota (Perwako) Pekanbaru Nomor 7 Tahun 2019. Dimana dalam Perwako tersebut, guru bersertifikasi tidak lagi menerima tunjangan profesi.ck/nor
###