UTUSANRIAU,BENGKALIS - Melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Bengkalis, guru honor Madrasah seperti MDA, MI, MTs hingga MA di Kab. Bengkalis mencapai 2.957 orang, di tahun anggaran 2019 ini, menerima tambahan penghasilan mencapai Rp23 miliar.
Hal ini disampaikan Kepala Disdik Kabupaten Bengkalis Edi Sakura, S.Pd, M.Pd melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Ketenagaan, M. Rasyid, SH, bahwa pihaknya telah realisasikan tambahan penghasilan khusus untuk guru-guru honor madrasah itu mulai Januari hingga Mei 2019 kemarin.
“Dengan adanya tambahan penghasilan ini, bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk membantu para guru honor madrasah sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan, “katanya, Jum’at (05/07/19) siang.
Dijelaskan, bahwa yang menerima tambahan penghasilan tersebut, bagi guru honorer memenuhi syarat verifikasi yang ditentukan oleh Kemenag, mulai tempat mengajar, izin, serta kompetensi gurunya
“Untuk proses merealisasikan tambahan penghasilan ini, kita dari Disdik telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bengkalis. Dan diupayakan dicairkan pada setiap bulannya.
Kesempatan ini, M. Rasyid juga berharap, Kemenag Bengkalis berinisiatif untuk melakukan peninjauan ke lapangan sejauh mana kinerja guru-guru yang sudah berikan tambahan penghasilan.
“Karena pembinaan guru madrasah adalah kewenangan Kemenag dan pengawas-pengawas Kemenag yang memverifikasi. Bagaimana kinerja guru setelah menerima tambahan penghasilan dan perlu dievaluasi kemudian bisa menjadi catatan kita di Disdik,” pintanya.
Di tahun anggaran 2018 lalu, guru honorer madrasah mengalami pengurangan atau pemangkasan. Pengurangan tersebut dipicu oleh kondisi keuangan pada APBD Kabupaten Bengkalis mengalami rasionalisasi. Sedangkan TA 2017, total anggaran tambahan penghasilan mencapai Rp32 miliar. **rls/ yul
###