UTUSANRIAU.CO, RENGAT –Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM) di sekolah dengan tatap muka dimulai diseluruh wilayah Inhu, Senin (13/7).
Hal tersebut merupakan hasil dari musyawarah yang dilaksanakan sebelumnya antara kepala SMP se Inhu dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta dihadiri langsung oleh Bupati Inhu.
PBM tatap muka bisa dilaksanakan mengingat Kab Inhu termasuk dalam zona hijau. Sehingga pemkab Inhu dapat mengambil kebijakan untuk memulai belajar tatap muka secara bertahap yang teknisnya sudah ditentukan.
Akhir pekan lalu, Bupati Inhu H Yopi Arianto membenarkan dimulainya belajar tatap muka pada hari Senin (13/7), Sebelumnya Bupati juga sudah memberikan arahan langsung kepada para kepala sekolah. Ia menyampaikan, agar pada hari pertama sekolah para siswa diajak berbahagia.
"Kalau bisa jangan kita tegang saat mendidik anak, jangan langsung belajar. Harus dibawa bahagia terus, caranya macam-macam ya dengan ibadah, olahraga atau membuat hiburan," kata Yopi.
Yopi melanjutkan, selama beberapa bulan belakangan anak-anak sudah terbiasa belajar dari rumah. Kondisi itu membuat kebiasaan para peserta didik berubah total.
"Biasanya mereka bangunnya kesiangan selama belajar dari rumah, namun semenjak masuk sekolah anak-anak harus bangun jam 6 pagi, jam 7 pagi harus berangkat ke sekolah. Jadi butuh pencairan suasana, agar anak-anak mulai terbiasa lagi," katanya.
Pada akhir pengarahannya, Yopi mengimbau kepada para tenaga pendidik agar tetap berpedoman pada protokol kesehatan.
Oleh karena itu, pada kesempatan itu Disdikbud Inhu juga menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhu untuk memberikan pengarahan tentang penerapan protokol kesehatan.
Kepala Dinkes Inhu, Elis Julinarti yang hadir pada pertemuan tersebut menegaskan agar protokol kesehatan tidak hanya diterapkan oleh tenaga pendidik dan peserta didik saja. Tenaga kependidikan dan peserta didik baik pengantar, penjemput wajib mengikuti protokol kesehatan,
Sekolah juga wajib menyiapkan tempat untuk mengantar dan menjemput anak. Setiap anak juga wajib memakai masker dan membawa masker cadangan. "Masker cadangan untuk mengantisipasi apabila maskernya terjatuh atau basah," katanya.
Bagi sekolah harus menyiapkan sarana prasarana kesehatan, diantaranya adalah menyediakan thermogun, fasilitas cuci tangan, dan ruang UKS. Sekolah juga diwajibkan untuk berkoordinasi dengan Puskesmas yang ada di wilayahnya masing-masing.
Sementara itu, Plt Kepala Disdikbud Inhu, Ibrahim Alimin menyampaikan secata teknis sekolah tatap muka akan menerapkan sistem pergantian shift. Hal ini dikarenakan satu ruangan hanya dapat diisi 15 orang.
"Teknisnya, satu hari 15 orang yang belajar, kemudian besoknya 15 orang lagi. Jadi efektifnya setiap murid hanya belajar tatap muka tiga hari dalam seminggu dan sisanya tiga hari belajar dari rumah," kata Ibrahim.
Saat belajar dari rumah, murid juga akan diberikan tugas dan bahan pembelajaran. Selain itu, saat belajar tatap muka di dalam kelas dibatasi dalam waktu empat jam.
Sementara untuk peserta didik PAUD, TK dan SD masih belum diperbolehkan sekolah tatap muka. Serta masih menunggu kebijakan selanjutnya, kapan bisa dimulai PBM dengan cara tatap muka.**dasmun