BAGANSIAPIAPI - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Dumai menggelar Advokasi Lintas Sektor dalam rangka Program Pemberdayaan Masyarakat untuk menjaga keamanan pangan di Kabupaten Rokan Hilir.
Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan Sekda lantai 3 Kantor Bupati Rohil, Bagansiapiapi, Kamis (2/4) pagi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai POM Dumai Emi Amalia, S.Farm., Apt., M.Sc., Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Rohil Sri Rezeky Nasution, SKM, serta sejumlah perwakilan OPD.
Selain itu, turut hadir Camat, Datuk Penghulu Bagan Jawa Pesisir Taufik Basirun, akademisi, kepala sekolah, pengelola pasar, pelaku UMKM, dan awak media.
Advokasi lintas sektor ini dinilai penting untuk mewujudkan program prioritas nasional di bidang keamanan pangan. Langkah konkret dari tingkat atas hingga bawah perlu disinergikan agar masyarakat terlindungi dari pangan yang tidak aman.
BPOM Dumai menetapkan tiga lokasi khusus (lokus) pemberdayaan masyarakat untuk keamanan pangan. Lokus tersebut meliputi desa, sekolah, dan pasar sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Desa yang dipilih adalah Kepenghuluan Bagan Jawa Pesisir, sedangkan lokus pasar berada di Pasar Bintang Bagansiapiapi. Untuk lokus sekolah, BPOM menunjuk SMP Negeri 1 Bangko dan SD Negeri 006 Bagan Barat.
Kepala Balai POM Dumai Emi Amalia menjelaskan bahwa kegiatan advokasi ini merupakan tahapan kedua setelah pendahuluan. Tahapan berikutnya adalah pembentukan kader keamanan pangan melalui komunitas di lokus yang telah ditetapkan.
Kader tersebut nantinya akan diberikan sosialisasi, bimbingan teknis, serta pengetahuan terkait keamanan pangan. Mereka diharapkan mampu menyampaikan ilmu tersebut kepada komunitas masing-masing.
Emi menekankan bahwa setiap tahapan yang direncanakan harus terealisasi agar keamanan pangan di Rohil benar-benar terjaga. Ia berharap program ini berjalan baik sehingga masyarakat semakin sadar pentingnya pangan yang aman.
Sebagai bentuk komitmen, kegiatan ini juga diperkuat dengan penandatanganan bersama lintas sektor. Penandatanganan tersebut menjadi simbol pelaksanaan intervensi program prioritas nasional keamanan pangan.
Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Rohil, Sri Rezeky Nasution, mengapresiasi langkah BPOM Dumai yang menginisiasi kegiatan ini.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat sangat diperlukan untuk membangun sistem pengawasan pangan yang efektif. (Zal)