‎Personel TRC BPBD Pekanbaru Tingkatkan Kapasitas Hadapi Potensi El Nino Ekstrem

Jumat, 24 April 2026 | 08:21:35 WIB
‎Personel TRC BPBD Pekanbaru Tingkatkan Kapasitas Hadapi Potensi El Nino Ekstrem

UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat fenomena El Nino ekstrem yang diperkirakan melanda Indonesia dalam beberapa bulan ke depan.

‎Upaya tersebut diwujudkan melalui peningkatan kapasitas personel Tim Reaksi Cepat (TRC) yang digelar di aula Kantor BPBD Pekanbaru, Kamis (23/4/2026). 

‎Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut usai kegiatan menyampaikan, pelatihan ini sangat relevan mengingat potensi El Nino ekstrem, yang kerap disebut sebagai “Godzilla El Nino”. El Nino diprediksi berlangsung pada periode April hingga Oktober tahun ini.

‎BPBD perlu melakukan langkah-langkah mitigasi sebagai bentuk kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan bencana. Tidak hanya kekeringan akibat musim kemarau panjang, sejumlah potensi lain juga perlu diantisipasi, seperti banjir, kebakaran lahan, hingga gangguan kesehatan yang dipicu perubahan cuaca.

‎“Perkembangan cuaca di Pekanbaru saat ini cukup ekstrem. Kondisi ini tentu berpotensi menimbulkan dampak lanjutan, termasuk di sektor kesehatan masyarakat,” ujar Ingot.

‎Peningkatan kapasitas personel menjadi langkah strategis agar TRC mampu bergerak lebih cepat dan sigap dalam menangani situasi darurat. Selain itu, pemko juga berencana menambah armada pendukung guna mempercepat respons di lapangan.

‎“Infrastruktur dan sarana prasarana akan terus dioptimalkan. Agar, penanganan bencana dapat dilakukan secara maksimal,” tutupnya.


‎Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kota Pekanbaru, Iwa Gemino, S.St., menegaskan pentingnya kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi bencana, mulai dari banjir hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

‎"Peningkatan kapasitas ini bukan sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan mendesak agar setiap anggota TRC mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur saat berada di lapangan," ujar Iwa.

‎Menurutnya, pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini dibagi dalam enam pleton, menghadirkan kolaborasi lintas institusi sebagai narasumber. Dari Kodim 0301/Pekanbaru, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pola sistem komando serta pembentukan perilaku dan sikap dalam kondisi krisis. 

‎Sementara itu, untuk pemateri dari BASARNAS memberikan materi teknis terkait pencarian dan penyelamatan korban, termasuk teknik evakuasi pada situasi banjir dan arus deras.

‎"Selanjutnya pemateri dari Manggala Agni menitikberatkan pada penanganan kebakaran hutan dan lahan salah satu ancaman serius di wilayah Riau. Peserta dibekali pemahaman tentang strategi penanggulangan serta adaptasi terhadap kondisi lapangan yang kompleks," jelas Iwa.

‎Dalam konteks perkembangan teknologi yang kian pesat, Iwa menyampaikan tantangan penanggulangan bencana juga semakin dinamis. Oleh karena itu, pelatihan ini tidak hanya menekankan pada keterampilan dasar, tetapi juga kemampuan adaptasi terhadap berbagai inovasi dan metode baru dalam mitigasi bencana.

‎"Kedepan, program peningkatan kapasitas semacam ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun. Sebab, keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan peralatan, tetapi juga oleh kualitas dan kesiapan sumber daya manusia," tutup Kalaksa BPBD kota Pekanbaru.

‎Dengan sinergi antara teknologi dan kompetensi personel, BPBD Pekanbaru optimistis dapat memberikan pelayanan penyelamatan yang lebih optimal bagi masyarakat, baik dalam tahap mitigasi maupun penanganan pasca bencana. **kim

Terkini