UTUSANRIAU.CO - Kegiatan Kemah Kebangsaan Mahasiswa Riau yang digelar di kawasan Rimbang Baling pada 25–26 April 2026 menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap isu lingkungan dan kebangsaan. Acara yang diinisiasi oleh Tumbuh Institute ini dihadiri berbagai elemen mahasiswa dari seluruh Provinsi Riau.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Tabrani, Kukuh Elhakim, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut bersama sekitar 150 mahasiswa dari BEM dan organisasi Cipayung Plus se-Riau. Kehadiran mereka menunjukkan semangat kolaborasi dalam menjawab tantangan daerah.
Mengusung tema “Bersama Wujudkan Green Policing, Green Generation, dan Cegah Karhutla”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi gerakan mahasiswa dalam menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan serta ancaman narkoba.
Dalam suasana kebersamaan dan diskusi terbuka, peserta diajak merumuskan langkah konkret dalam mencegah karhutla dan peredaran narkoba. Polda Riau juga mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam gerakan perang melawan narkoba demi menjaga masa depan generasi bangsa.
Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu malam melalui api unggun kebangsaan yang menghadirkan Herry Heryawan, Rocky Gerung, serta Hurriah. Momen ini menjadi ruang dialog hangat yang mempertemukan mahasiswa, aparat, dan tokoh nasional dalam satu visi besar.
Dalam kesempatan tersebut, Kukuh Elhakim menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai insan akademis, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memiliki tanggung jawab moral terhadap lingkungan dan masyarakat.
Ia mengapresiasi langkah Polda Riau yang dinilai mampu merangkul seluruh elemen mahasiswa dalam satu forum besar. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan terobosan penting dalam membangun sinergi antara aparat dan generasi muda.
Kukuh juga menyoroti keberanian Kapolda Riau dalam membuka ruang dialog bersama tokoh kritis seperti Rocky Gerung. Hal ini dinilai sebagai bentuk keterbukaan dan kematangan dalam menerima berbagai perspektif demi kemajuan bersama.
Selain itu, kehadiran aktivis HAM Hurriah turut memperkaya diskusi dengan perspektif kritis terkait peran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar seremonial, melainkan sarat dengan substansi.
Melalui rangkaian kegiatan seperti diskusi kelompok, api unggun kebangsaan, hingga penanaman pohon, Kemah Kebangsaan Mahasiswa Riau diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang kritis, berintegritas, dan peduli lingkungan.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa dan aparat dalam menjaga masa depan Riau yang lebih hijau dan bebas dari ancaman narkoba.****rls