Gotong Royong Massal Tekan Kasus DBD di Rokan Hilir

Senin, 18 Mei 2026 | 22:04:48 WIB
Gotong Royong Massal Tekan Kasus DBD di Rokan Hilir

BAGANSIAPIAPI - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir mengambil langkah serius dalam menekan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menjadwalkan gotong royong massal selama tiga hari berturut-turut.  

Kegiatan ini akan dimulai pada Kamis (21/5) hingga Sabtu (23/5/2026) dan dipimpin langsung oleh Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam. Gotong royong massal ini menjadi salah satu strategi utama pemerintah daerah dalam menghadapi lonjakan kasus DBD yang terus meningkat sejak awal tahun.  

Selain kegiatan massal, Pemkab Rohil juga menginstruksikan seluruh kecamatan dan kepenghuluan untuk menggiatkan gotong royong rutin setiap pekan. Instruksi tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.  

Bupati Bistamam menegaskan bahwa langkah ini merupakan hasil rapat koordinasi bersama kepala OPD dan Upika Kecamatan Bangko. "Hari ini kami menggelar rapat koordinasi, salah satu langkah yang akan dilakukan adalah gotong royong massal selama tiga hari berturut-turut," ujarnya.  

Rakor tersebut digelar di Mess Pemda Jalan Perwira Bagansiapiapi pada Senin (18/5). Bupati berharap kegiatan ini dapat memutus mata rantai penyebaran DBD di Kabupaten Rokan Hilir.  

"Kasus DBD saat ini terus meningkat, kita harus melakukan langkah nyata dan konkrit agar kasus ini bisa dikurangi bahkan dihilangkan," tegasnya.  

Ia menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi seluruh instansi serta masyarakat dalam penanggulangan DBD. Di tengah keterbatasan peralatan, Pemkab Rohil tetap berupaya melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.  

"Koordinasi ke provinsi dan pusat juga kita intensifkan agar ketersediaan peralatan bisa maksimal,” tambah Bistamam.  

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Rohil, Maria Susanti, menyebutkan hingga Mei 2026 tercatat 400 kasus DBD. Kecamatan Bangko dan Tanjung Medan menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak.  

"Pada bulan Mei saja sudah tercatat 33 kasus di Bangko, sementara di Tanjung Medan juga ditemukan kasus baru," jelas Maria.  

Ia menuturkan langkah konkrit pemerintah daerah adalah menggalakkan kembali gotong royong dan memberantas sarang nyamuk Aedes aegypti. "Kami sepakat melakukan goro massal selama tiga hari dan goro rutin setiap pekan," katanya.  

Dinas Kesehatan Rohil juga terus mendorong upaya mendapatkan peralatan memadai dari Kementerian Kesehatan dan Dinkes Provinsi.  

"Kami berkomunikasi intensif agar bantuan peralatan penanggulangan DBD segera tersedia. Mudah-mudahan penanganan DBD bisa dilakukan secara tuntas," harap Maria. (zal)

Terkini