UTUSAN RIAU. CO, PEKANBARU - Petugas pemadam kebakaran berhasil menyelamatkan empat orang pegawai yang terjebak di dalam lift kantor PT PLN UID Riau Kepri, Kota Pekanbaru. Keempat pegawai berhasil dievakuasi usai terkunci di dalam lift saat terjadinya pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera sejak Jumat (22/5/2026) malam.
Kepala Bidang (Kabid) Operasional Ibas Sembiring mengatakan pihaknya menerima laporan peristiwa itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.35 WIB. Menurutnya, korban karyawan terjebak di lift kantor PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Riau Kepulauan Riau saat listrik padam listrik di Kota Pekanbaru, Jumat (22/5/2026) sempat membuat panik.
Kepanikan tersebut kemudian tanpa menunggu waktu lama langsung direspon oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru.
"Mendapat laporan adanya orang yang terjebak dalam lift, petugas Damkar Pekanbaru langsung menuju ke lokasi. Beruntung masih lift terhenti tepat di pertahanan lantai dua hingga memberikan ruang untuk mengevakuasi, " ujarnya
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pekanbaru Zarman Candra mengatakan pihaknya mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat pekanbaru untuk segera melaporkan setiap kejadian kedaruratan baik kebakaran, evakuasi penyelamatan hewan, maupun kondisi darurat lainnya kepada Tim Reaksi Cepat (TRC) Damkar.
"Jika Anda melihat atau mengalami situasi kedaruratan kebakaran, penyelamatan evakuasi medis, satwa liar segera hubungi Tim Reaksi Cepat (TRC) melalui call Center 112 Pekanbaru Aman yang aktif 24 jam dan gratis bebas pulsa, " ujarnya, Senin (25/5/2026)
Zarman menambahkan insiden ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat menggunakan fasilitas lift, apalagi saat dalam kondisi cuaca buruk yang berpotensi menyebabkan pemadaman listrik.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada atau para pekerja di gedung bertingkat agar tidak menggunakan lift saat cuaca buruk, seperti hujan deras atau petir. Risiko pemadaman listrik bisa mengakibatkan lift berhenti dan membahayakan,” tuturnya. *** red