Bupati Rohul Datangi PT Pertamina Pekanbaru Akomodir Keluhan Masyarakat atas langkanya BBM di Rohul

Selasa, 09 Juni 2026 | 19:33:06 WIB
Bupati Rohul datangi PT,Pertamina Pekanbaru Akomodir Keluhan Masyarakat atas langkanya BBM di Rohul

PASIR PENGARAIAN - Bupati Rokanhulu Anton, ST, MM. mendatangi PT,Pertamina Pekanbaru Akomodir banyaknya Keluhan Masyarakat atas langkanya BBM di Rohul sela agenda dinasnya ke Pekanbaru.  Senin (8/6/2026).


Kunjungan tersebut dilakukan sebagai upaya mencari solusi konkret atas persoalan yang tengah dirasakan masyarakat. Langkah jemput bola yang dilakukannya menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam merespons setiap aspirasi dan kebutuhan warga.

Dalam pertemuan bersama pihak Pertamina,  Anton menyampaikan bahwa kelangkaan BBM tidak hanya berdampak pada pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga memengaruhi berbagai sektor strategis yang menjadi penopang perekonomian masyarakat.

“Kelangkaan BBM ini berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, transportasi, pertanian, hingga kehidupan sehari-hari masyarakat. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Bupati

Menurutnya, pemerintah daerah perlu mendapatkan informasi yang jelas dan akurat mengenai penyebab terjadinya kelangkaan BBM agar langkah penyelesaian yang diambil dapat tepat sasaran.

Karena itu, Bupati memilih berdialog langsung dengan pihak Pertamina untuk membahas kondisi pasokan, distribusi, serta berbagai kendala yang terjadi di lapangan.
Dalam diskusi tersebut, Anton juga menyoroti masih adanya praktik pembelian BBM menggunakan jerigen yang diduga tidak sesuai dengan peruntukannya.

Bupati menilai kondisi tersebut berpotensi mempercepat habisnya stok BBM di SPBU sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar.

“Kami berharap Pertamina dapat memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan BBM di Kabupaten Rokan Hulu.

Dengan wilayah yang luas dan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi darat, ketersediaan BBM yang cukup dan lancar sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas ekonomi serta pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Dari hasil pertemuan itu, diperoleh sejumlah informasi penting. Pertamina menjelaskan bahwa penyaluran BBM subsidi di Kabupaten Rokan Hulu merupakan yang tertinggi di Provinsi Riau.

Tingginya kebutuhan masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi distribusi di lapangan.
Selain itu, posisi geografis Rokan Hulu yang berada di ujung jalur distribusi juga menjadi tantangan tersendiri.

Armada pengangkut BBM kerap tiba hingga dini hari sehingga memengaruhi proses pengisian dan pelayanan di beberapa SPBU.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu berencana mengusulkan penambahan kuota BBM kepada BPH Migas agar kebutuhan masyarakat dapat lebih terakomodasi dan antrean panjang di SPBU dapat diminimalisir.

“Keluhan masyarakat adalah perhatian kami. Setiap suara yang disampaikan warga harus dijawab dengan kerja nyata dan upaya mencari solusi bersama,” kata Anton.
Sementara itu, pihak Pertamina menyambut baik langkah dan perhatian yang ditunjukkan Bupati Rokan Hulu. Pertamina mengakui masih ditemukan adanya pembelian BBM menggunakan jeriken yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, perusahaan telah melakukan berbagai langkah mitigasi, termasuk pemasangan CCTV dan penerapan sistem digitalisasi guna memperketat pengawasan distribusi BBM secara lebih transparan dan efektif.
Langkah cepat yang dilakukan Bupati Anton mendapat apresiasi dari masyarakat.

Kehadiran kepala daerah secara langsung untuk berdialog dengan Pertamina dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memperjuangkan kebutuhan warga.

Masyarakat kini berharap hasil koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dan Pertamina dapat segera diwujudkan dalam bentuk peningkatan pasokan serta pengawasan distribusi yang lebih ketat. Dengan demikian, antrean panjang di SPBU dapat terurai, kebutuhan BBM masyarakat kembali terpenuhi secara normal, dan roda perekonomian daerah dapat terus bergerak tanpa hambatan. ** rls

Terkini