BENGKALIS - Guna melestarikan warisan budaya Melayu dan menuju permainan gasing yang mendunia di tingkat Asean, perlu dilakukan kesamaan persepsi serta standarisasi gasing Internasional.
Salah satunya, sempena Festival Gasing Internasional di Pulau Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau yang digelar beberapa pekan lalu, yang diikuti oleh lima negara, yakni Indonesia, Malaysia, Brunai, Thailand dan Singapura juga digelar sosialisasi dan standarisasi gasing.
Dalam Bengkel Dasar tersebut menghadirkan pemateri gasing Internasional yakni Cikgu Abdul Hamid bin Abdul Majid, salah satu pelatih gasing dari Persatuan Gasing Malaysia (Pegama) yang berbagi pengetahuan tentang teknik asas permainan, syarat-syarat pertandingan serta peraturan permainan Gasing Pangkah Malaysia.
Dalam pelatihan dasar itu, juga dilakukan sesi demonstrasi dan praktikal permainan gasing pangkah oleh Pasukan Gasing Kampung Pengkalan Renggam, Kandang, Melaka, yang mendapat sambutan hangat dari 30 peserta.
"Pesertanya sangat antusiasi mengikuti pelatihan dasar gasing Internasional di pulau Peyengat beberapa waktu lalu. Karena gasing ini merupakan permainan tradisional masyarakat Melayu dan akan kita standarisasi secara internasional dan tidak meninggalkan tradisi tempatan," ujar Pelatih Gasing Pegama, Abdul Hamid bin Abdul Majid, Senin (29/6/2026).
Program pelatihan dasar gasing ini, juga menjadi platform promosi pada Pertandingan Gasing Antarabangsa Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) 2026 yang akan berlangsung pada tanggal 3–5 Julai 2026 di Kampung Pengkalan Renggam, Kandang, Melaka.
"Semoga usaha ini dapat terus memartabatkan warisan olahraga tradisional gasing, serta mengeratkan hubungan budaya antara Malaysia dan Indonesia," ujar Zulkahar Tajol bin Hj Ismail, Tim Gasing Kampung Pengkalan Renggam Kandang Melaka.
Dalam gelar tersebut, pasukan Gasing DMDI Melaka dari Kampung Pengkalan Renggam, sempat berjaya membawa pulang medali di tempat ketiga dalam Pertandingan Gasing International Pulau Penyengat 2026 di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau.
Pencapaian ini di Helat Penyengat Heritage 2026 yang diraih DMDI Melaka dari Kampung Pengkalan Renggam, setelah bersaing sengit bersama peserta dari pelbagai negara yang turut serta memeriahkan pentas antarabangsa tersebut.
"Ya, awal bulan Juni kita akan menggelar pertandingan gasing tingkat Asean yang akan digelar oleh DMDI Melaka. Tentu dalam kesempatan itu akan kita sosialisasikan standarisasi gasing Internasional. Jadi saat ada pertandingan sudah ada ketentuan baku yang sudah disepakati bersama," ujarnya.
Sedangkan Ketua DMDI Kabupaten Bengkalis, Darma Firdaus Sitompul juga menyambut baik dan memberikan apresiasi dengan penyelenggaraan pertandingan gasing Internasional. Karena permainan tradisional ini dapat bangkit kembali melalui berbagai Iven yang digelar.
"Kami sangat mendukung terlaksananya pertandingan gasing Internasional di Melaka, Malaysia. Semoga gasing kedepan dapat membanggakan banga Melayu dalam melestarikan budaya tradisional," ujarnya.**Ky