ROKAN HILIR – Mahasiswa Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Perdesaan (PWD), Pascasarjana Universitas Riau, melaksanakan kegiatan praktikum akademik di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Rokan Hilir, Kamis, 5 November 2026.
Kegiatan praktikum ini dipimpin oleh Dr. Zulkarnaini, M.Si., selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) S2 Perencanaan Wilayah dan Perdesaan, sekaligus dosen pembimbing praktikum, bersama tiga dosen lainnya, yaitu Dr. Ali Asfar, M.Si., Dr. Wan Muhammad Yunus, MT., dan Dr. Indra Suandy, MT.
Kedatangan rombongan mahasiswa dan dosen pembimbing disambut langsung oleh Kepala Bapperida Kabupaten Rokan Hilir, Benny Hartedi, SE, Ak, M.Si., beserta jajaran perangkat Bapperida. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan akademik antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Disebutkan Dr. Zulkarnaini, M.Si, kegiatan praktikum ini merupakan bagian dari proses pembelajaran akademik yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa. Lebih jauh mahasiswa diharapkan memahami praktik perencanaan pembangunan wilayah dan perdesaan, khususnya dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan daerah.
"Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat peran strategis Bapperida dalam mengoordinasikan perencanaan pembangunan daerah, mulai dari proses perumusan kebijakan, penyusunan dokumen perencanaan, sinkronisasi program pembangunan, hingga pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah," ujar Zulkarnaini.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga didorong untuk memahami berbagai tantangan dan peluang pembangunan Kabupaten Rokan Hilir, termasuk bagaimana perencanaan pembangunan dapat diarahkan untuk mengoptimalkan potensi wilayah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Dr. Ali Asfar, M.Si menyampaikan bahwa praktikum lapangan merupakan salah satu pendekatan pembelajaran penting dalam pendidikan magister. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep dan teori perencanaan wilayah dan perdesaan di ruang perkuliahan, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana proses perencanaan pembangunan dilaksanakan oleh pemerintah daerah.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menghubungkan perspektif akademik dengan praktik penyelenggaraan pembangunan, sehingga mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan analisis, pemahaman kebijakan, serta perspektif kritis dalam merespons berbagai persoalan pembangunan wilayah dan perdesaan.
Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Perdesaan Pascasarjana Universitas Riau terus mendorong pembelajaran berbasis praktik lapangan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan analitis, serta kepekaan terhadap dinamika dan kebutuhan pembangunan daerah.
Kunjungan akademik ke Bapperida Kabupaten Rokan Hilir ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara Pascasarjana Universitas Riau dan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, khususnya dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan kontribusi akademik bagi pembangunan daerah. *** rls