Pemko Pekanbaru Kekurangan 322 Guru

Selasa, 12 Agustus 2014 | 02:08:36 WIB

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Pasca pendataan Redistribusi guru di kota Pekanbaru oleh Pemerintah kota (pemko) Pekanbaru,kedepan Pemko akan  terdapat kekurangan 322 guru di berbagai tingkatan.
   
Untuk itu setelah diterapkannya Redistribusi di masa datang Pemko sudah mengetahui cara untuk memenuhinya baik dengan sistem Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun dengan Guru Bantu (GB). Demikian hal ini dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Azharisman Rozie, Selasa (12/8).
   
Katanya selama ini sesuai data yang ada penyebaran guru di kota Pekanbaru tidak merata, baik persekolah maupun perbidang studi serta perjenjang sekolah. Disatu ada yang berlebih disis lain ada yang kekurangan. Untuk itu Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pekanbaru akan menggelar Redistribusi guru. Selain untuk mendapatkan pemerataan juga untuk mengetahu berapa sebenarnya kekurangan guru di Pekanbaru.
 
"Setelah kita data dan kita rencanakan  proses redistribusi ada  sebanyak 322 orang guru yang kurang Dengan rincian SD kurang  67 orang ,  SMP sebanyak 105 orang, SMA sebanyak 64 orang, sedangkan SMK sebanyak 86 orang," Rozie nama kecilnya.
 
Kata Rozie,  mengatakan kekurangan ini tidak merata di tiap sekolah, bahkan menurutnya ada sekolah yang mengalami kelebihan guru.
   
Agar pemerataan tenaga pendidik terjadi disetiap sekolah, baik SD, SMP, SMA maupun SMK, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan menerapkan kebijakan Redistribusi guru. Dengan rumus, setiap sekolah yang mengalami kelebihan guru, akan dipindahkan ke sekolah lain yang mengalami kekurangan, dengan catatan guru yang akan dipindahkan tetap mengajar pada bidang study yang sama.
   
"Kenapa kebijakan ini diambil Pemko. Ini berangkat dari pendataan  kita. Kita masih kekurangan guru, SD, SMP, SMA dan SMK. SD 491, SMP 105 orang, SMA 69, SMK 90 orang kurangnya. Kalau data ini tidak diolah, ngeri kita terhadap kekurangan guru ini. Mendiknas pernah mengatakan Indonesia tidak kurang guru. Setelah saya pelajari lebih dalam.., ternyata pendistribusian guru kita yang tidak merata. Ternyata di SMP yang berbeda kita ada yang kelebihan guru, yakni 221 orang. Kemudian SMA 155 orang, SMK 36 orang. Ini tidak ada pemetaan yang merata terhadap guru pada sekolah," ungkap Haris memaparkan.
   
Cara redistribusinya  SMP yang  kekurangan guru Matematika, dan ada SMP lain yang kelebihan guru Matematika. Jawabannya harus ada kebijakan Pemko yang berani Redistribusi guru. Caranya SMP yang mengalami kelebihan guru Matematika, akan mendapatkan tambahan dari SMP lain yang mengalami guru dengan cara dipindahkan. Kedua baru kita meredistribusi antar lembaga pendidikan. Misalnya kalau masih berlebih diseluruh SMA..., baru kita kirim atau pindahkan ke SMP, dengan mata pelajaran yang sama, jika berlebih juga, akan dipindahkan ke guru SD sebagai guru kelas.
   
Menurut Kepala BKD, kebijakan yang akan diterapkan nantinya akan menguntungkan guru dengan mendapatkan dana sertifikasi. Karena setiap guru akan bisa memenuhi jam mengajar minimal perminggu sebanyak 24 jam. (ra)

Terkini