Bengkalis, utusanriau.co - Dana yang dialokasikan ke sekolah sekolah oleh Pemerintah Pusat dan Pemda yang berupa dana bos, dana dak dan dana bom yang dana itu dialokasikan untuk berbagai perawatan dan penyediaan sarana dan prasarana ringan untuk sekolah ternyata belum tentu tersalurkan dengan baik dan benar oleh pihak sekolah.
Hal itu terbukti di sekolah SMKN 2 Bengkalis yang terletak di gang gaharu jalan Kelapapati Darat-Bengkalis yang sudah mempunyai 45 pengajar dari PNS dan Honorer itu masih juga terlihat semak semak belukar dihalaman sekolah, tanpa ada perawatan sama sekali, dan yang lebih parahnya lagi, gedung yang telah terbangun selama dua tahun itu, ternyata hingga sampai saat ini sarana penyediaan air di WC tak sanggup terbeli oleh pihak sekolah, sehingga anak anak sekolah yang mencapai 370 siswa tidak sanggup membuang air di WC sekolah tersebut
Menurut salah satu murid SMKN 2 Bengkalis yang tak mau dicantumkan namanya di media, Sabtu (15/2/14) jelang siang dilokasi sekolah mengatakan, bahwa jika mau buang air kecil atau besar terpaksa harus ditempat ibadah seperti surau setempat atau numpang dirumah warga, atau kalau memang sudah tak tahan lagi, anak murid yang laki laki tanpa malu malu buang air disemak semak belakang sekolah
"Bagaimana lagi pak, WC sekolah yang jumlahnya 6 pintu, itu yang fungsi hanya satu pintu, itupun baunya minta ampun busuknya, kita terus terang tak sanggup memakai WC tersebut, sebab untuk mengambil air disumur jaraknya jauh kali dan harus membawa timba, “keluh anak murid laki laki tersebut.
Lain lagi keluhan anak murid yang perempuan, mereka mengaku sudah untuk buang air di lokasi sekolah dan meraka berani menahan buang air kecil dan besar hingga sampai istirahat atau pulang sekolah, lantaran WC sekolah berbau busuk karena WC tidak ada airnya dari sejak dibangun dua tahun yang lalu, “listrik kan sudah ada, tapi yang kami herankan, pihak sekolah tidak ada sama sekali berfikir untuk segera menyediakan mesin pompa air (sanyo-red), karena dengan kondisi WC seperti itu, kami jelas terganggu dalam mengikuti belajar di sekolah, kan harganya bukan sampai berjuta juta, “ungkap anak murid perempuan yang mengaku baru kelas 1 itu memprotes. (bp)
###