Bengkalis, utusanriau.co - Kebakaran hutan dan lahan milik warga di Desa Temeran, Kecamatan Bengkalis sudah mulai mengganggu proses belajar mengajar anak-anak sekolah. Kabut asap tebal pun sejak dua pekan terakhir dirasakan begitu tebal. Hal itu dikatakan Wakil Kepala SMP Negeri 9 Desa Temeran, Syafrizal, Minggu (16/2)
Menurut Syafrizal, kabut asap akibat kebakaran lahan perkebunan milik warga di Desa Temeran main meluas. Pihak pemadam kebakaran (Damkar) dan Masyarakat Peduli Api (MPA) juga sudah tidak berdaya lagi memadamkan api. "Kita mulai kuatir, anak-anak sekolah. Karena kabut asap tebal di pagi hari. Kebekaran lahan perkebunan karet milik warga makin meluas di Desa kita,"kata Syafrizal.
Ia mengutarakan, pihaknya bersama warga setempat sudah sejak sepekan lalu turut membantu petugas pemadaman untuk memadamkan api. Akan tetapi, tetap saja kebakaran makin meluas karena tiupan angin yang kencang
"Sekolah kita belum libur, masih beraktifitas seperti biasa. Karena belum ada rekomendasi tertulis dari Disdik ataupun UPTD Disdik. Sampai hari ini kita masih berdoa agar, kebakaran lahan ini segera usai, dan hujan pun turun,"katanya (bp)
###