× Home Otonomi Pendidikan Ekonomi Nasional Olahraga Teknologi Hukum Lingkungan Religion Kesehatan Politik Kampus Pekanbaru Rokan Hulu Rokan Hilir Kampar Kuansing Pelalawan Bengkalis Indragiri Hilir Indragiri Hulu Meranti Siak Dumai
Jelang Verifikasi Faktual, Seluruh Anggota PPS Inhu Ikuti Rapid Test

politik | 28 Juni 2020 | Dilihat : 43

foto ketua KPU Inhu saat memantau plaksanaan rapid test bagi seluruh anggota PPS

UTUSANRIAU.CO, RENGAT - Menejlang dilaksanakannya verifikasi faktual pasangan bakal calon Bupati dan bakal calon Bupati Inhu jalur perseorang, KPU Inhu melaksanakan rapid test.

Hal tersebut dilakukan kepada 582 orang anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) se Inhu.

Pelaksanaan rapid test merupakan kerjasama KPU dengan Dinas Kesehatan daerah dan RSUD Indrasari Rengat.

Rapid test dilaksanakan serentak  yang tersebar di 14 kecamatan yang dilaksanakan, Sabtu (27/6/2020). 

“582 orang PPS berasal dari 194 desa dan kelurahan melaksanakan rapid test di Puskesmas di masing-masing kecamatan.
Selanjutnya, akan dijadwalkan lagi rapid test untuk seluruh anggota PPK, sekretariat PPK dan sekretariat PPS,”ungkap Ketua KPU Inhu Yenni Mairida SE MM, disela-sela kegiatannya memantau pelaksanaan rapid test .

Menurutnya untuk melaksanakan tahapan pemilihan lanjutan 2020, standar protokol Covid-19 harus diterapkan.

Untuk itu sebelum PPS melakukan verifikasi faktual dukungan bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan pada tanggal 29 Juni (Senin, red) mereka harus mengikuti rapid test.

Menurut Yenni, pelaksanaan rapid test  kepada PPS dinilai penting di masa pandemi covid-19 ini.

Karena PPS akan berada di garda terdepan berhadapan langsung dengan masyarakat yang memberikan dukungan kepada bakal paslon bupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan.

Sehingga selama pelaksanaan verifikasi faktual, kata Yenni, PPS tidak sebagai perantara penularan virus Corona kepada masyarakat. 

"Saat verifikasi faktual ke lapangan PPS juga dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) sesuai standar protokol Cobid-19, seperti masker, hand sanitizer, face shield, " sebut Yenni.

Pada hari yang sama selain melaksanakan  rapid test, KPU Inhu melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK),  juga langsung menyerahkan APD untuk seluruh PPS.  

Adapun APD dan kelengkapan verifikasi faktual yang diserahkan itu antara lain, thermo gun, masker, hand sanitizer, face shield, sabun disenfektan, tisu kering, sarung tangan plastik sekali pakai, plastik bungkus dokumen.

Menurut Yenni sesuai jadwal verifikasi faktual atas dukungan bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati akan dilaksanakan selama 14 hari yaitu dari tanggal 29 Juni sampai 12 Juli 2020.

Adapun bakal paslon jalur perseorangan yang akan diverifikasi faktual itu yakni, pasangan dr Nurhadi SpOG dan Kapten (Purn) Toni Sutianto SH dengan sebutan Nurani serta pasangan Rezita Meylani dan Drs H Junaidi Rachmat MSi disebut Rajut. 

"Verifikasi faktual ini merupakan tahapan lanjutan setelah sebelumnya dilakukan verifikasi administrasi atas dukungan yang diberikan, oleh para pendukungnya," tambahnya.

Sebanyak 67.927 ribu dukungan dari kedua bakal paslon tersebut yang akan dikonfirmasi untuk ditemui langsung satu persatu  melalui tahapan verifikasi faktual tersebut.

Sementara itu anggota KPU Provinsi Riau Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Nugroho Notosusanto SIP menjelaskan, pelaksanaan _rapid test_ untuk petugas PPS tahap pertama ini diutamakan untuk Kabupaten Inhu terlebih dulu. Sedangkan untuk 8 kabupaten/kota yang lain akan segera menyusul di awal bulan Juli mendatang.

"PPS Inhu tanggal 29 Juni ini sudah harus ke lapangan untuk verifikasi faktual," jelas Nugroho.

Disebutkan Nugroho, di 8 kabupaten/kota yang lain kebetulan tidak ada bakal pasangan calon dari jalur perseorangan. PPS di kabupaten/kota yang lain baru akan turun pada tanggal 15 Juli dalam tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) data calon pemilih.

Saat ini kata Nugroho, 8 kabupaten/kota yang lain tengah mempersiapkan proses pelaksanaan _rapid test_, dan memenuhi  kebutuhan APD standar protokol Covid-19.

***Dasmun