× Home Otonomi Pendidikan Ekonomi Nasional Olahraga Teknologi Hukum Lingkungan Religion Kesehatan Politik Kampus Pekanbaru Rokan Hulu Rokan Hilir Kampar Kuansing Pelalawan Bengkalis Indragiri Hilir Indragiri Hulu Meranti Siak Dumai
Sosialisasi SE Nomor 21 Tahun 2019 Terus di Lakukan, Dampak Covid 19 PAD Tak Tercapai Target

rohul | 30 Juni 2020 | Dilihat : 37

Kepala PKB Dishub Rohul Yusom, ATTd, MM

UTUSANRIAU.CO, ROKAN HULU - Meski angkutan umum terus mengalami penurunan, pendapatan dari sektor pengujian kendaraan bermotor atau biasa disebut uji Kir ditargetkan tahun 2019 tetap tercapai, namun di tahun 2020 ini dampak Pandemik covid-19, PAD akan mengalami penurunan.

Untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2019 lalu sebesar Rp.750 juta, Sementara target 729.810. Berarti ada kenaikan dikit, Untuk tahun  2020 sampai saat ini ada penurunan Draktis dikerenakan Pandemi Covit -19. Sampai bulan Juni baru mencapai  Rp.280 jt. 

"Untuk Tahun 2020 kayaknya tidak mencapai target ini dampak Pandemik covid -19".

Untuk PAD telah  ditentukan oleh Pemerintah Daerah dan masuk dalam pendapatan Asli Daerah (PAD)"kata Kepala UPTD PKB Dishub Rohul, Yusom,SH, Selasa (30/06/20)  mengungkapkan.

Meski begitu, ditahun ini, pihaknya terus meningkatkan target pendapatan pengujian KIR kendaraan. Salah satu upaya untuk pencapaian itu melakukan sosialisasi kepada perusahaan.

“Kita akan meningkatkan sosialisasi kepada perusahaan agar mereka melakukan uji kir kendaraan operasional seluruh perusahaan-perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit di Rokan Hulu,” terang Yusom melalui sambungan WhatsApp.

Selanjutnya, dikutif dari liputan6.com, guna menjaga infrastruktur jalan dari kerusakan serta mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dan korban fatalitas akibat kecelakaan tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan Surat Edaran Nomor SE 21 Tahun 2019 tentang Pengawasan Terhadap Mobil Barang atas Pelanggaran Muatan Lebih (Over Loading) dan/atau Pelanggaran Ukuran Lebih (Over Dimension).

Dalam surat edaran yang telah ditetapkan pada 11 Oktober 2019 oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ini, dijelaskan bahwa pengawasan akan dilakukan terhadap mobil barang.

Terkait hal itu, kata yusom,  pihaknya tetap melaksanakan aturan itu, memberantas ODOL (Over Dimension Over Loading), maka pengawasan terhadap pelanggaran muatan lebih dan/atau pelanggaran ukuran lebih akan dilakukan dengan penerbitan rancang bangun kendaraan bermotor dan penindakan mobil barang yang melakukan muatan lebih dan/atau ukuran lebih," katanya.

Bahwa sampai saat ini, pihaknya bersama tim tetap melaksanakan sosialisasi keapada perusahaan- perusahaan yang ada di kabupaten rohul.Untuk  Kendaraan Tronton untuk tinggi bak kendaraan yg Dumtruk harus tingginya 1 M , sedangkan Untuk Colt Diesel Tinggi bak Dump Truck 80 cm, itu sesuai SK dirjen.
 
Yusom berharap kepada perusahaan- perusahaan yang di kabupaten Rokan hulu tetap mengikuti aturan yang telah di keluarkan pemerintah tentang "Surat Edaran Nomor SE 21 Tahun 2019 tentang Pengawasan Terhadap Mobil Barang atas Pelanggaran Muatan Lebih (Over Loading) dan/atau Pelanggaran Ukuran Lebih (Over Dimension)". *** red