Jelang Berakhirnya Operasi Antik LK,

Polres Bengkalis Tangkap 3 Kurir Jaringan Narkoba Internasional

Polres Bengkalis Tangkap 3 Kurir Jaringan Narkoba  Internasional
Polres Bengkalis Tangkap 3 Kurir Jaringan Narkoba Internasional

UTUSANRIAU.CO. BENGKALIS - Satu hari menjelang berakhirnya operasi Antik LK (Anti Narkoba Lancang Kuning) 2022 Polda Riau tanggal 16 Nopember lalu. Jajaran Satres Narkoba Polres Bengkalis yang didukung BC Bengkalis mengamankan diduga narkoba jenis sabu sebanyak 30 bungkus teh cina cap ikan (berat 30 kg) dari Malaysia. Pada hari Selasa, 15 Nopember 2022 di desa Api api laut kecamatan Bandar Laksamana.

Dengan tersangka M Hatta alias Ata (30) dan Herwan alias Iwan (45)  pekerjaan nelayan dan petani warga dusun Api api desa Api api. Dan juga Herman tino alias Eman (27) yang tinggal di Pekanbaru.

Kapolres Bengkalis AKBP Indra Wijatmiko melalui Kasat Narkoba Iptu Toni Armando mengatakan berawal dari laporan bhabinkamtibmas desa sepahat sering masuk ke perairan sepahat speed boat yang dicurigai milik sindikat jaringan narkoba internasional.

" Dari pengintai beberapa hari kami melihat kedua tersangka Hatta dan Herwan mengaku nelayan pada malam Rabu pukul 23.50 wib dan dari hasil interogasi mereka mengakui telah membawa 3 tas ransel yang disimpan di rumah Hatta di Kelapapati laut," kata kasat narkoba. Senin (21/11) di Mapolres Bengkalis.

Masing-masing tas ransel berisi 10 bungkus teh cap ikan dan berjumlah 30 bungkus teh cap ikan.
" Ada 5 bungkus kami tester dan hasilnya bukan jenis sabu jadi kami akan menguji lagi ke 30 bungkus teh cina cap ikan ini di laboratorium untuk memastikan jenis sabu apa," ujar Toni Armando

Kedua tersangka ini mengakui bekerja atas suruhan Herman tino. Mereka di upah per bungkus Rp. 2.5 juta total 30 bungkus Rp.75 juta.
" Herman tino keberadaan di Pekanbaru dan setelah kita tangkap dan interogasi tersangka Herman tino disuruh bos Malaysia inisial L tugasnya mengamankan BB akan ada yang menyebut. Dan di beri upah Rp. 150 juta atau Rp. 5 per bungkus sabu," ujar kasat narkoba polres Bengkalis.

Hubungan antara Herman tino dan Hatta merupakan warga Muntai, Hatta menikah dan tinggal di desa Api api dan ketiga mereka adalah residivis kasus narkoba.

Jaringan narkoba internasional dari Malaysia menggunakan kurir sabu warga Indonesia dan memberikan tugas ke kurir narkoba ini untuk menyimpan BB dan akan datang bos narkoba Indonesia yang akan mengambil BB sabu tersebut.

Ketiga pelaku terjerat Pasal 114 dan 112 Undang-Undang Narkotika Tahun 2014 dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara.(yulistar)

Berita Lainnya

Index