Anak Yatim, Rado Simanjuntak Bangga Lolos Menjadi Polisi

Anak Yatim, Rado Simanjuntak  Bangga Lolos Menjadi Polisi
Anak Yatim, Rado Simanjuntak Bangga Lolos Menjadi Polisi

UTUSANRIAU.CO, PEKANBARU - Rado Parasian Maruli Tua Simanjuntak sangat berbangga. Berkat doa dan kerja kerasnya, pemuda asal Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau ini berhasil lulus menjadi anggota Polri. 

Terpilih sebagai calon Tamtama Brimob dalam penerimaan anggota Polri di Polda Riau Gelombang I Tahun Anggaran 2023. Hal terungkap Saat Rado Parasian Maruli Tua Simanjuntak dinyatakan lulus calon tamtama di Polda Riau, Sabtu (26/11/2022).

Rado Parasian Maruli Tua Simanjuntak memegan karton warna biru bertuliskan, "Puji Tuhan Anak Mamak Lulus Polisi (Brimob). Murni The Power Of Tangiang Ni Dainang,". Bahasa campur, yang artinya, Rado sangat bangga dan bersyukur dapat lulus murni calon tantama Polri (Brimob) Gelombang I 2023. Berterima kasih karena doa ibunya.

Ternyata Rado yang sangat bangga lulus calon tantama ini, merupakan anak yatim. Ayahnya sudah beberapa waktu lalu meninggal dunia. Ia hidup dengan ibunya, Erita  Siagian dan 2 adiknya. Tinggal di sebuah rumah papan sederhana.

Ibunya, hanya seorang buruh sawit. Sebagai single parent yang bertindak sebagai tulang punggung keluarga, pendapatannya hanya pas-pasan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Lantaran iba melihat kondisi sang ibu, belum lagi adik-adiknya yang juga harus tetap meneruskan pendidikan, Rado bertekad ingin merubah derajat keluarga. Usai menamatkan pendidikan di SMKN 1 Bandar Sei Kijang, Rado mencoba peruntungannya dengan ikut tes penerimaan anggota Polri di Polda Riau.

Rado meminta izin dan doa restu dari ibunya. Dengan berurai air mata, Erita pun melepas anak lelakinya itu untuk berjuang meraih cita-citanya menjadi anggota Polri. Rado mengandalkan doa ibunya serta seluruh kemampuannya.  Pengakuan Rado membuat yang mendengar salut.

"Saya ingin menjadi anggota polri untuk merubah nasib keluarga saya. Ingin berjuang membantu ibu untuk menyekolahkan adik-adik saya, dan mengangkat derajat orang tua," ungkap Rado.

"Saya  harus berjuang, mohon  doa ibu tersayang. Saya meminta doa agar lulus dan terpilih menjadi anggota Polri. Saya bertekad" tutur pemuda kelahiran Medan, 3 Februari 2004 ini.

Perjuangan Rado untuk meraih mimpi menjadi anggota Polri akhirnya terwujud.  Berhasil melewati seluruh tahapan proses seleksi. Terpilih sebagai calon Tamtama Brimob dalam penerimaan anggota Polri di Polda Riau Gelombang I Tahun Anggaran 2023.

"Semua usaha dan doa saya, ibu dan adik-adik akhirnya terkabul. Saya berhasil lulus menjadi anggota Polri. Saya memohon doa dari ibu saya, supaya bisa mengikuti pendidikan dengan lancar. Setelahnya, bisa mengabdi kepada negara, bisa merubah nasib keluarga dan menyekolahkan adik-adik," urai Rado.

Sementara itu, Erita sang ibunda Rado, tak mampu menyembunyikan rasa bahagia mengetahui anaknya lulus dan diterima menjadi calon anggota Brimob. Dikisahkan Erita, sejak suaminya meninggal, kehidupannya dan anak-anak menjadi sulit. "Tapi anak kami ini (Rado, red) mau berjuang mewujudkan cita-cita menjadi anggota polisi," sebutnya.

Erita menuturkan, dari kecil Rado merupakan anak yang baik. Rado selalu membantu pekerjaannya menjadi buruh sawit dan melakukan beberapa pekerjaan lain demi mendapatkan uang.

"Saya berterima kasih sekali sama Tuhan karena anak saya sudah bisa menjadi anggota polisi. Terima kasih banyak sama Tuhan. Anak saya masuk polisi tidak ada mengeluarkan biaya," terang Erita.

Adik Rado, Siska Natalia, juga merasa sangat bersyukur abangnya itu bisa diterima sebagai anggota Polri. "Abang saya sangat baik, dia baik sama saya, dia selalu bantu saya ke sekolah. Dia sering ngasih saya uang," ujar Siska menangis haru. ****ls Edward

Berita Lainnya

Index