Pekanbaru, utusanriau.co - Kondisi cuaca di Pekanbaru masih belum kondusif. Kualitas udara di Provinsi Riau dan beberapa wilayah di sekitarnya sudah masuk kategori berbahaya. Berdasarkan Indeks Standar Polutan Udara (ISPU) yang tersebar di Provinsi Riau, kualitas udara di Riau makin hari terus memburuk.
Pemerintah Provinsi Riau pun telah menetapkan status tanggap darurat kabut asap di Riau sebagai kejadian luar biasa. Penetapan ini merupakan respon dari tujuh kabupaten/kota di wilayah Riau yang sudah lebih dulu menetapkan status luar biasa itu.
Di Pekanbaru, kondisi ini menyebabkan banyak masyarakat yang menderita penyakit paru-paru. Dari data BNPB, jumlah penderita ispa di wilayah itu mencapai 38.111 jiwa, penomonia 811 jiwa, asma 1.464 jiwa dan 1.276 jiwa yang mengalami iritasi mata.
Momentum ini digunakan oleh SD Juara Pekanbaru yang terletak di jalan Warta Sari untuk melaksanakan shalat ishtisqha di lapangan sekolah,Kamis, 13 Maret 2014. Sholat Istiqa Selain bertujuan untuk memohon pada Allah agar hujan segera turun, penyelenggaraan kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi para siswa.
"kelak anak-anak akan ingat bahwa mereka pernah melaksanakan shalat istisqha serta tata cara melaksanakannya, karena salah satu metode pembelajaran yang efektif adalah dengan cara praktek langsung,"ujar Suriksodi Saputro selaku kepala sekolah SD Juara Pekanbaru yang merupakan sekolah unggulan gratis binaan rumah zakat.
Selesai pelaksanaan shalat istisqha, anak-anak di edukasi mengenai penyebab terjadinya kabut asap di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya. "jadi nanti jika sudah besar, jangan pernah membakar hutan, karena akan mendzalimi banyak orang. Nah, jika hujan tidak turun-turun maka apa yang harus kita lakukan?, ya tepat melaksanakan shalat istisqha seperti yang kita lakukan hari ini”. Pesan Kepala Sekolah SD Juara Pekanbaru.** ( Ayu Citra Pratiwi)
###
