PELALAWAN, UTUSANRIAU.CO - Saat ini, kepekatan kabut asap di Pelalawan terus menunjukan peningkatan, semakin pekat kabut asap yang dirasakan warga maka makin panik warga dibuatnya tek terkecuali Dinas Pendidikan kabupaten Pelalawan. Karena itu, mereka terpaksa meliburkan total siswa dari tingkat PAUD/TK sampai kelas 12 mulai Kamis (13/3) hingga Sabtu (15/3) mendatang.
Keputusan itu disampaikan Kadisdik Pelalawan MD.Rizal setelah melakukan kordinasi kesejumlah istansi terkait dan disampaikan kepada sejumlah awak media Kamis kemarin(13/3). Menurutnya, hasil dari koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Diskes) dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) serta UPTD Disdik Kecamatan yang memaksa sekolah diliburkan.
"Kita tidak mau jatuh korban dari pelajar akibat kabut asap ini. Pelalawan seperti lautan kabut asap hari ini dan juga dalam seminggu terakhir. Kalau sebelumnya hanya PAUD/TK sampai kelas 3 SD yang sekolah, namun dari mulai Kamis kemarin (12/3) sampai Sabtu sekolah dari PAUD/TK sampai kelas 12 diliburkan total," ujarnya.
Disinggung soal masih adanya PAUD/TK yang mewajibkan anak didiknya bersekolah, dengan nada tegas MD.Rizal menyatakan jika ada PAUD/TK yang tidak mengindahkan instruksi dari Disdik akan dicabut izinnya.
"Tidak ada alasan apakah akan ada pagelaran seni, pertunjukan ini atau itu atau ketinggalan pelajaran dan sebagainya hingga mewajibkan anak didik sekolah. Apalagi ini sekolah PAUD dan TK yang rentan tertular penyakit berbahaya akibat asap. Kalau ada yang tidak mengindahlan intruksi ini akan Kita cabut izinnya.Begitu juga SD,SMP,SMA akan Kita beri sanksi," terangnya.
Dilanjutkan MD.Rizal, memang keputusan untuk meliburkan siswa adalah wewenang Disdik. Namun pihaknya dalam memutuskan hal ini dengan berbagai pertimbangan dan koordinasi dengan berbagai pihak.
"Sekolah harus ikut aturan kita dan jangan malah melanggar. Kondisi saat ini sudah berbahaya. Berikan pelajaran rumah bagi siswa. Begitu juga orang tua agar mengawasi anak selama liburan. Tetap belajar dirumah agar tidak ketinggalan pelajaran. Ini sudah kondisi gawat darurat. Penderita penyakit akibat asap semakin meningkat tajam dan kita tidak mau siswa menjadi korban," tutupnya. (ur2)
###
