PEKANBARU,UTUSANRIAU.CO- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Pekanbaru Kamis (3/4/14) menggelar operasi kasih sayang. Dari penyisiran ini ada 50 pelajar terjaring dari warung internet (warnet) saat jam pelajaran.
Dari empat titik lokasi yang di razia tim gabungan yang terdiri dari anggota kepolisian, Satpol-PP ini mengangkut sekitar 50 pelajar dari berbagai tingkat SMP, SMA dan SMK.
Yettiniza Anggota tim Dinas Pendidikan mengatakan, berdasarkan razia yang dilakukan hari ini kebanyakan siswa yang terjaring karena terlambat masuk sekolah.
"Mereka takut kena hukum, makanya keluyuran kewarnet-warnet dan tempat permainan lainnya," ungkapnya.
Dikatakannya, tindak lanjut dari siswa yang terjaring ini nantinya akan disuruh membuat pernyataan untuk tidak mengulanginya lagi. "Pernyataan itu nantinya diketahui orang tua siswa dan bermaterai 6000," jelasnya.
Bagi siswa yang menyimpan Film Porno di Handphonenya, Yetti mengatakan siswa itu akan dilakukan pembinaan lebih lanjut dari pihak sekolah dan orang tua.
"Ini belum termasuk pidana, belum kita serahkan kepada pihak kepolisian, tapi kita lebih mengutamakan pembinaan," jelasnya.
Ditempat yang sama, Kepala Satpol PP Pekanbaru, Andri Sukarmen mengatakan operasi ini adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap masa depan bangsa. Maka dari itu hal-hal seperti ini akan terus dilakukan untuk menyadarkan siswa akan kewajibannya sebagai pelajar.
Dijelaskan, hari ini Satpol PP dengan tim yustisi tergabung dalam empat tim, tim pertama dikawasan Sukajadi menjaring 15 siswa, tim dua dikawasan kec Limapuluh menjaring 22 siswa, tim tiga dikawasan Tampan menjaring enam siswa dan tim empat dikawasan Marpoyan Damai menjaring tujuh siswa.
"Total siswa yang terjaring ada 50 orang, mereka akan tinggal disini hingga ada pihak sekolah dan orang tua yang menjemputnya,"tutup (ra)
