Tim Polda Pantau dan Beri Saran Konflik PT AA dan Masyarakat Desa Kesuma

Tim Polda Pantau dan Beri Saran Konflik PT AA dan Masyarakat  Desa Kesuma
Tim Polda Pantau dan Beri Saran Konflik PT AA dan Masyarakat Desa Kesuma###

PANGKALAN KURAS, UTUSANRIAU.CO  - Tim Polda Riau bersama Tim Polres Pelalawan mengingatkan PT Arara Abadi dan Masyarakat di Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan untuk menahan diri sampai ada solusi terbaik yang akan diputuskan. 

Kejadian Kamis (23/11) merupakan Konflik  antara PT Arara Abadi Distrik Nilo dengan masyarakat di Desa Kesuma  diupayakan penyelesaiannya. Tim setelah berkunjung menyarankan  kedua pihak menahan diri dan mentaati hukum. Hal ini disampaikan Kompol SM Simamora pimpinan tim Polda  dan Polres Pelalawan yang berkunjung ke Desa Kesuma , Senin Kemarin (27/11/2017). 

Dari penelusuran wartawan bahwa Kamis (23/11) Terjadi konflik sengketa lahan antara masyarakat  Di Desa Bukit Kesuma dengan PT Arara Abadi akhirnya berbuntut bentrokan. Bentrok itu dipicu karena pihak masyarakat tidak terima dengan tindakan perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) tersebut menanami kembali lahan di Desa Kesuma yang menurut masyarakat lahan nya dan menurut perusahaan areal perizinannya. Terjadi pengerahan pihak keamanan oleh PT Arara Abadi, dan ratusan masyarakat bentrok. 

Saat bentrok  helikopter juga terbang rendah menurut PT AA, patroli karlahut. Menurut warga di manfaatkan menghalau masyarakat.

Akibatnya terjadi bentrok , masyarakat dan security ada luka karena lemparan batu dan kayu. Sebelumnya  Ratusan masyarakat Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan melakukan aksi blokir jalan masuk perusahaan PT Arara Abadi Distrik Nilo Rabu (15/11).

Kepala Desa Kesuma Marzon Iwandi, dalam pertemuan dengan tim Polda menyatakan aksi masyarakat ini, karena mereka kecewa dengan PT Arara Abadi operasional Distrik Nilo. Dimana Sejak tahun 2002, masyarakat sudah meminta kepada perusahaan untuk melakukan pengukuran ulang di luas lahan yang dikelola.

Sampai sekarang tidak ada titik temu. Bahkan, masyarakat sudah menyurati perusahaan, tapi tidak ada tindak lanjutnya.

Sejak tahun 1985 Desa Kesuma ini sudah ada perkampungan. Di tanah yang diklaim lahan perusahaan ada makam datuk dan leluhur kami. Kami minta pengukuran ulang. Dan tunjukkan keabsahan dari pengelolaan PT Arara Abadi ini. Jangan main serobot saja.
 
Sementara itu, Jailun  bagian humas  dari PT Arara Abadi  menyatakan bahwa ada permasalahan sewaktu PT AA melakukan penanaman diareal perizinannya dihalangi masyarakat. Dan masyarakat melakukan penanaman sawit diareal yang baru ditumbang. Konflik terjadi karena dari pihak warga memprovokasi dilapangan kepada pengamanan perusahaan.

Ketua pemuda Desa Kesuma,  Sumandi Siburian perwakilan masyarakat dari Kecamatan Pangkalan Kuras Desa Kesuma menyatakan bahwa pihak PT Arara Abadi menggunakan helikopter dan kekerasan fisik saat mengusir masyarakat yang hendak melakukan aksi protes atas pendudukan lahan konflik.

"Bentrok masyarakat Desa Kesuma dengan PT Arara Abadi Distrik Nilo pada Tanggal 23 November 2017 pukul 11.30 WIB berawal dari penanaman Akasia oleh pihak Arara Abadi di areal konflik, sementara masyarakat ingin melarang penanaman sebelum ada penyelesaian masyarakat dihadang ratusan Security (pihak keamanan) Arara Abadi milik yakni PT. Delta" beber Suwandi .

Dikatakan Suwandi, pihak keamanan PT Arara Abadi dilengkapi dengan pentungan, besi, kayu, parang dan benda tajam lainnya. Ketika masyarakat memaksa masuk ke areal konflik helikopter merek Sinarmas tiba-tiba berkeliling diatas kepala masyarakat dengan menghamburkan batu debu, ketika masyarakat dengan keadaan menunduk dari serangan Helikopter tiba-tiba ratusan Security memukul sambil mengusir masyarakat dengan senjata yang lengkap.

Tim Polda yang berkunjung memantau konflik menyarankan agar masyarakat dan perusahaan menahan diri jangan sampai ada bentrok lagi. Sebelum ada solusi, masyarakat dan perusahaan diharapkan menahan diri. EP

###

Berita Lainnya

Index