Cegah Korupsi Sejak Dini, Inspektorat Rohil Tanamkan Nilai Integritas Kepada Pelajar

Cegah Korupsi Sejak Dini, Inspektorat Rohil Tanamkan Nilai Integritas Kepada Pelajar
Cegah Korupsi Sejak Dini, Inspektorat Rohil Tanamkan Nilai Integritas Kepada Pelajar

BAGANSIAPIAPI - Inspektorat Kabupaten Rokan Hilir kembali menggelar sosialisasi penanaman nilai integritas sejak dini kepada pelajar. Kegiatan kali ini berlangsung di SMP Negeri 1 Bangko, Sabtu (8/7) akhir pekan kemaren.

Tujuan utama sosialisasi ini adalah membentuk karakter anak yang jujur, berintegritas, serta menjadi benteng moral dalam menciptakan generasi penerus yang anti korupsi.

Acara dibuka secara resmi oleh Inspektur Daerah Rokan Hilir, H.Sarman Syahroni, ST, M.IP. Turut hadir perwakilan Disdikbud Rohil Mustapa, Camat Bangko Aspri Mulya, Kepala SMP Negeri 1 Bangko Sudarmiatun, majelis guru, dan siswa.

Narasumber utama adalah Master Arya, pegawai Inspektorat Rohil yang telah mengantongi sertifikat anti korupsi dari KPK.

Kepala SMP Negeri 1 Bangko, Sudarmiatun, menyambut baik kegiatan ini. Ia berpesan agar siswa mengikuti sosialisasi dengan serius.

"Terima kasih kepada Inspektorat Rohil. Kami berharap siswa dapat memahami materi dan menerapkannya dalam keseharian," ujarnya.

Camat Bangko Aspri Mulya juga mengapresiasi langkah Inspektorat Rohil. Menurutnya, kegiatan ini menjadi gebrakan baru dalam membudayakan anti korupsi di kalangan pelajar.

"Kami berharap melalui gebrakan ini semangat integritas semakin kuat di kalangan siswa," katanya.

Kasi Kurikulum SMP, Yuli Harnita Rozak, menilai kegiatan ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional. "Peserta didik tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga berkarakter kuat, jujur, disiplin, dan berintegritas," sebutnya.

Inspektur Daerah Rohil, H. Sarman Syahroni menegaskan, sosialisasi ini merupakan tindak lanjut rencana aksi pencegahan korupsi sesuai arahan KPK.

Kegiatan penanaman nilai integritas penting dilakukan sejak usia dini, mulai dari tingkat SD hingga SMP. Sarman menjelaskan tiga langkah sederhana agar nilai anti korupsi bisa dipahami siswa.

Pertama, memanfaatkan upacara rutin setiap Senin dengan pembacaan komitmen anti korupsi bersama-sama.

Kedua, membentuk loker khusus untuk menyimpan barang temuan di sekolah, yang kemudian dikembalikan kepada pemiliknya.

Langkah ini diyakini dapat menumbuhkan sikap jujur dan integritas di kalangan siswa maupun guru.

Ketiga, memanfaatkan sumbangan sukarela sesuai Peraturan Bupati Nomor 60 Tahun 2019. Dana tersebut bisa dikelola oleh siswa sebagai latihan integritas dan tanggung jawab.

Sarman berharap kegiatan ini tidak berhenti di SMP Negeri 1 Bangko saja, melainkan diperluas ke seluruh sekolah di Rokan Hilir. "Melalui sosialisasi ini kita ingin melahirkan generasi jujur, berintegritas, dan anti korupsi," tegasnya.

Dengan kolaborasi kuat antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, Inspektorat Rohil optimis dapat mencetak generasi penerus yang beretika dan menjadi benteng kokoh melawan korupsi. (zal)

Berita Lainnya

Index