Zulpen Jadi Narasumber di MA Isslahiyah Pancur

Zulpen Jadi Narasumber di MA Isslahiyah Pancur

Keritang, utusanriau.co - Calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Inhil Daerah pemilihan (Dapil) 6 nomor Urut 10 Partai Hanura Zulpen Zuhri,SE, menjadi pembicara dalam seminar Kebebasan Pers dan menjadi pemateri dalam pelatihan Jurnalistik di Madrasah Aliah (MA) Isslahiyah Pancur Kecamatan Keritang. Acara di gelar Senin (17/2) kemarin di gedung MA Isslahiyah Pancur.

Acara yang di agendakan oleh OSIS MA Isslahiyah itu di pandu oleh pembina OSIS Sulaiman Spd dan di ikuti juga oleh majelis guru ikuti lebih kurang 56 siswa MA.

Dalam kesempatan itu kata Zulpen, Pers merupakan pilar ke empat pelaksanaan pemerintahan Republik Indonesia yang Demokrasi, tiga pilar lainya adalah Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. "Profesi Pers di lindungi UU No 40 tahun 1999. Siapa saja yang menghalangi tugas Pers diancam pidana dan denda Rp.500 juta," ujar Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Inhu ini.

Untuk siswa/i SMA/MA/SMK sederajat bisa menjadi Citizen Jurnalis, dimana informasi yang diproleh juga di kelola seca maksimal namun bekerja sama dengan Jurnalis yang sudah profesional. Sebab profesi jurnalis tidak monopoli pendidikan namun kesempatan bisa diproleh oleh sejuma jurusan pendidikan.

"Adik-adik SMA sederajat di Inhil sudah selayaknya memproleh pemahaman tentang kebebasan pers, Kode Eti Wartawan Indonesia dan Peraturan-peraturan yang di keluarkan oleh Dewan Pers," ujar Putra Insel kelahiran Kuala Sungai Akar Sencalang ini.

Kedepan diharapkan Zulpen, dengan pelatihan Jurnalistik OSIS MA Isslahiyah Pancur bisa mengaptifkan dan mamaksimalkan fungsi Majalah dinding (Mading), sebagai salah satu media penyalur kreatifitas tulisan siswa/i di MA Isslahiyah Pancur.

"Bisa saja kegiatan Mading dijadikan sebagai salah satu ekstra kulikuler bagai siswa/i yang minat bakatnya membuat karya-karya tulisan seperti, Cerpen, cerbung, opini siswa  atau karya jurnalistik dalam bentuk berita treak News," ujar Kader Hanura ini.

Dalam kesempatan itu, tidak ada pembahasan yang disampaikan Zulpen berkaitan dengan partai politik, namun di akhir pembahsanya disampaikan Zulpen kalau Pemuda harus bisa menjadi pemimpin masa kini dan masa depan. "Kemerdekaan RI tahun 1945 tidak terlepas dari peran pemuda yang menjadi tokoh nasional dan pahlawan nasional yang dibahasan saat ini," terangnya. (dli)

Berita Lainnya

Index