Kampus Relawan RZ Pekanbaru Hadirkan Basarnas

Kampus Relawan RZ Pekanbaru Hadirkan Basarnas
Basarnas saat melakukan simulasi penanganan Bencana###Relawan RZ Pekanbaru foto bersama Basarnas###

PEKANBARU, UTUSANRIAU.CO - Relawan RZ Pekanbaru kembali melaksanakan kegiatan pembinaan bagi relawan-relawan muda untuk meningkatkan kapasitas dalam kegiatan terjun ke lapangan nantinya dengan menggelar kampus relawan dengan menghadirkan pemateri dari Basarnas, Sabtu (14/02) di SMP Juara Pekanbaru.

Kampus relawan yang merupakan agenda rutin tiap bulannya, pada pelaksanaan bulan ini mengambil tema kesiapsiagaan bencana dan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD). Kegiatan yang berlangsung di SMP Juara Pekanbaru ini melibatkan sekitar 80 siswa-siswi SMP Juara dan 15 Relawan RZ Pekanbaru.

Pemateri yang berasal dari perwakilan Kantor SAR Nasional terdiri dari 2 orang yakni Delsem dan Zian Fajri. Sebelum memaparkan materi, kedua materi memperkenalkan diri kepada seluruh siswa-siswi dan relawan RZ Pekanbaru dan juga memberikan games edukatif.

Adapun materi yang disampaikan dalam kampus relawan kali ini yakni RJP (Resusitasi Jantung Paru). Bang Delsem memaparkan apa yang dimaksud dengan RJP, dan kemudian menjelaskan bagaimana tahap-tahap melakukan RJP ini.

RJP ini diperuntukkan kepada korban yang tak sadarkan diri namun masih berdenyut nadinya. Sebelum melaksanakan RJP, ada beberapa tindakan yang perlu dilakukan. Pertama, cek kesadaran dari korban dengan memanggil namanya, mencubit badan korban dan menepuk badan korban. Ketika tidak sadar, selanjutnya mengecek nadi dari sang korban. Jika masih ada maka dilanjutkan dengan tindakan kedua yaitu membuka jalur nafas. Membuka jalur nafas ini dengan menarik dagu korban menengadah ke atas, papar delsem.

###

Delsem melanjutkan, tindakan ketika Breathing atau LDR (Lihat, Dengar dan Rasakan) denyut nadi dan nafas korban. Setelah itu baru kita menentukan titik tekan untuk melakukan RJP. Yakni 2 jari di atas tulang taji pedang di dada korban. Dan melaksanakan RJP yakni 3 x 30 Tekanan dan 2 x nafas buatan dilakukan selama 4 ronde. Kegiatan RJP ini berhenti dilakukan jika penolong kelelahan, sudah datang tim medis, atau ada tanda-tanda kematian korban.

Siswa-siswi SMP Juara sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan. Setelah materi selesai dilanjutkan dengan peragaan yang dilakukan oleh Bang Zian Fajri dengan bantuan boneka. Setelah diperagakan, tiba saatnya 2 orang siswa SMP Juara yakni Riyadi dan Aldo mempraktekkan pelaksanaan RJP kepada korban, yang dibimbing oleh Bang Zian dari Basarnas.

Aldo yang merupakan siswa SMP Juara Kelas VIII mengatakan sangat senang rasanya mendapatkan materi tentang RJP ini, dengan adanya pengetahuan ini dapat menjadi bekal ketika menemui korban yang tak sadarkan diri dan butuh pertolongan. Apalagi pematerinya berasal dari Basarnas yang berpengalaman dalam hal penyelamatan korban-korban bencana.

Setelah pelaksanaan praktek oleh dua perwakilan siswa, saatnya sesi dikusi dibuka. Terdapat beberapa sisw ayang bertanya salah satunya oleh Marlinda siswi kelas VII SMP Juara yang menanyakan alasan tidak bolehnya nafas buatan langsung dari mulut ke mulut. Dan bang Delsem pun menjawabnya dengan alasan bahwasanya dengan bersentuhannya langsung mulut korban dan penolong akan menyebabkan rentannya penularsan penyakit. Karena seperti yang kita ketahui penularan penyakit yang paling cepat melalui lendir.

Setelah diksui berakhir, kegiatan kampus relawnpun diakhiri dengan penyerahan plakat oleh coordinator relawan RZ Pekanbaru Saudara Al Razi kepada Bang Delsem dan diakhiri dengan berfoto bersama Relawan RZ dan Siswa siwi SMP Juara dengan pemateri dari Basarnas di depan Sekolah.**RLS

###

Berita Lainnya

Index