PEKANBARU,UTUSANRIAU.CO -- Pelaksana Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman, menerima kunjungan 200 anak dari Forum anak Riau di kediaman Plt Gubri jalan sisingamangaraja Pekanbaru.
Ikut juga hadir dalam acara ramah tamah tersebut Kapala Badan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keluarga berencana (BP3AKB)Tengku Hidayat Elfiza, Assisten Perekonomian dan pembangunan Masperi, dan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Riau Darusman.
Forum anak merupakan media aspiratif bagi anak dalam mengeluarkan pendapat minat serta bakatnya sesuai amanat undang undang perlindungan anak nomor 23 tahun 2002.
Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman mengajak forum anak Riau bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Riau agar dapat menyampaikan aspirasinya untuk pembangunan Riau kedepan.
"Program Pemerintah Provinsi Riau sangat serius memperhatikan pembangunan di bidang Pendidikan sumber daya manusia, hal ini sangat penting karena untuk mendukung serta mengahasilkan pembangunan yang baik diperlukan SDM yang Profesional," ungkap Plt Gubernur Riau yang akrab disapa Andi.
Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Pemberdayaan Perempuan perlindungan anak dan keluarga berencana (BP3AKB) secara continue dan berkesinambungan telah memfasilitasi kegiatan yang berorientasi pada peningkatan capacity building Forum anak se-Provinsi Riau setiap tahunnya.
Plt Gubernur Riau juga akan menghimbau kepada pengusaha warnet 24 agar agar membatasi pengguna internet khususnya anak-anak, karena Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki beberapa dampak terhadap anak.
Dari hal tersebut dapat digolongkan menjadi 2 golongan, yaitu dampak positif dan dampak negatif, dampak positifnya anak-anak dapat menggunakan perangkat lunak pendidikan seperti program-program pengetahuan dasar membaca, berhitung, sejarah, dan sebagainya, Membuat anak semakin tertarik untuk belajar, Dapat menambah wawasan, dan memudahkan anak-anak untuk mendapatkan banyak ilmu tambahan lewat internet.
Dampak Negatifnya Anak-anak bisa ketergantungan terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi hingga lupa waktu, anak-anak akan cenderung mengerjakan tugas sendiri dengan bantuan internet dari pada belajar berkelompok, dapat terpengaruh kedalam pergaulan yang tidak baik karena kurang control dari teman ataupun dari orang tua, anak-anak bisa saja secara tidak sengaja mengakses situs-situs pornografi, kemungkinan besar tanpa sepengetahuan orangtua, anak ‘mengkonsumsi’ games yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas. (rls/hum)
###
