DUMAI, UTUSANRIAU.CO - MUI Kota Dumai melaksanakan pelatihan Debat Islami tingkat SLTA se Kota Dumai seri ke III yang diikuti oleh lebih dari 13 Sekolah yang terdiri dari MA, SMA, SMK dan Pesantren bersama para guru pendamping dan pelatih dari setiap sekolah.
Kegiatan ini, bertempat di ruang multimedia MAN Dumai, pada hari Minggu 10 Mei 2015 dari jam 8 pagi sampai selesai, dengan menghadirkan dua pemateri "Lukman Syarif, MA. Ketua MUI Dumai sebagai pemateri pertama, dan Melliana, ST. MM. Ketua Bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga sebagai sebagai pemateri kedua, dengan moderator Lailaturrahmah, S.Ag".
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan, melahirkan generasi muda Islam, yang akan tampil menyambung estafet perjuangan ummat, sebagai calon pemimpin hari esok yang cakap, orator, motivator dan visionaris, dengan kemampuan intelektualitas yang baik dan spiritual yang memadai, serta peduli kepada permasalahan ummat dan urusan agama, yang mewarnai hidup dan zamannya.
Lukman Syarif, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Debat Islami adalah sebuah debat yang ilmiah, mencerdaskan dan argumentatif tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan Islam dan ummat Islam, menggunakan al Qur’an, Hadist, Pendapat para ulama, dan para pemikir lainnya, sebagai sebuah bentuk upaya, identifikasi masalah, dan penawaran solusi.
Menurut Lukman Syarif, lebih lanjut, bahwa manusia hanya punya dua pilihan termasuk remaja Islam hari ini: Menjadi bagian dari solusi atau bagian dari masalah.
###Kepada para peserta Lukman Syarif, menegaskan bahwa Debat Islami adalah salah satu bentuk diroosah ‘Aammah (public lecture), bagi ummat Islam sebagai sebuah media pembelajaran umum dan sebuah koreksi sosial terhadap segala bentuk ketimpangan pada kehidupan sosial-religi dengan segala dimensi kehidupan ummat, serta sebuah upaya nyata dan berterusan bagi terwujudnya khoiro ummah.
Pada penghujung pemaparannya Lukman Syarif, memberikan evaluasi terhadap kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi debat seri 1 & 2 serta karakteristik pendebat yang baik.
Pada sesi kedua Melliana, ST. MM. memaparkan secara lebih jelas dan terperinci tentang teknis pelaksanaan debat, yang meliputi, pembagiaan waktu, pendaftaran peserta, penetapan mosi debat, dan posisi para pendebat baik pro maupun kontra.
Aspek penilaian dalam debat juga diterangkan dengan jelas kepada seluruh peserta, yang meliputi beberapa aspek penting seperti, materi debat, intonasi suara, penampilan, pakaian, teknik argumentasi dan konstruksi berpikir, gaya serta kesopanan dan penggunaan bahasa baik dan benar.
Acara ini diikuti dengan sangat antusias baik oleh para peserta atau guru pembimbing yang ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta. Setelah pelatihan ini lomba debat Islami akan dilaksanakan insya Allah pada agustus 2015 memperebutkan hadian juara 1, 2 & 3.* rilis Ketua MUI Dumai Lukman Syarif, MA.
###
