ROKAN HULU, UTUSANRIAU.CO - Ratusan siswa dan siswa tingkat SLTA sederajat kelas XII gelar aksi konpoi dan coret -coret baju di alun-alun bundaran pemkab rokan hulu Jum'at sore (15/5/2015).
Aksi ini dilakukan oleh siswa untuk melepas kebahagiaan dan keceriaan usai mendengar hasil pengumuman ujian nasional sekitar pukul 16:00 wib jum'at sore disekolah masing-masing dan melaui siaran radio.
Menurut salah seorang siswa SMKN, Surip mengatakan dilakukannya aksi konpoi dan coret-coret baju karena merasa bahagia setelah mengetahui lulus dan aksi hanya dilakukan sekali seumur hidup dan tak akan pernah terulang kembali, dan hasil coret-coretan baju tersebut akan menjadi kenangan yang tak terlupakan.
Meski baju tersebut sudah dipenuhi dengan warna -warni namun baju tersebut akan menjadi abadi bagi mereka karena akan mereka gantung dengan menggunakan hanger didalam lemari untuk mengenang masa keceriaan sewaktu lulus dari sekolah SLTA sederajat.
Meski sudah ada larangan dari dinas pendidikan pemuda dan oleh raga kabupaten rokan hulu untuk tidak melakukan aksi konpoi dan coret-coret baju kimi tetap melanggar karena kami merasa bahagia.
Sebelum aksi konpoi dan coret-coret baju dilakukan setelah kami melakukan sujud syukur.
###Saat mengetahui hasil pengumuman ujian nasional namun tetap saja terjadi, hal ini dilakukan oleh para siswa dan siswa untuk melepas kegembiraan dan kegirangan mereka setelah mengetaui bahwa mereka lulus 100 parsen.
Untuk diadaerah pasir pengarayan ada tiga sekolah yang melakukan aksi konpoi dan coret-coret baju dengan minggunakan spidol, cat pilok dengan berbagai warna - warni di alun-alun jalur dua tambusai dan jalan lingkar bundaran pemkab rokan hulu seperti siswa dari smkn 1 rambah, sman 1 rambah, smkn 2 rambah, dan beberapa siswa sekolah yang juga ikut bergabung untuk merayakan kelulusan mereka.
Sementara salah seorang siswi, farida jum'at (15/5) mengatakan kami merasa senang setelah mengetaui lulus sehingga untuk melampiaskan kegembiraan kami gelar konpoi dan coret-coret baju dan untuk mencari perhatian dan memberi tahukan kepada masyarakat rokan hulu kalau mereka lulus.
" memang ada larangan dari sekolah untuk tidak konpoi dan coret-coret baju namun karena merasa gembira larangan itu sengaja kami langgar karena ini akan menjadi momen yang tak akan pernah kami lupakan.' Jelasnya.
Farida juga menambahkan aksi ini akan tetap kami kenang hingga kami nanti sudah tua, dan ini akan menjadi momen untuk masa yang akan datang apa lagi momen tidak akan pernah kembali kami lakukan.**(Ar)
###
