Kegiatan BPUAD Siswa SD Bengkalis Unjuk Kebolehan lomba Mendongeng

Kegiatan BPUAD Siswa SD Bengkalis Unjuk Kebolehan lomba Mendongeng
Penampilan salah seorang Lomba###

BENGKALIS, UTUSANRIAU.CO -  Puluhan siswa SD dari sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Bengkalis dan Bantan unjuk kebolehan saat mengikuti lombang mendongeng. Kegiatan itu sendiri diadakan oleh Badan Perpustakaan Umum Arsip dan Dokumentasi (BPUAD) dari serangkaian kegiatan yang digelar selama sepekan.

Pantauan di lapangan, para siswa SD ini sejak pukul 7.30 WIB sudah tampak hadir di halaman BPUAD tempat berlangsungnya lomba mendongeng. Tidak hanya para siswa dari sekolah-sekolah yang ada di Kota Bengkalis, melainkan juga ada yang dari ujung pulau Bengkalis.Penampilannya pun macam-macam, ada yang hanya menggunakan pakaian seragam sekolah, ada pula yang mengenakan pakaian kerajaan maupun busana melayu.

Sementara dari dewan juri, panitia menghadirkan tidak hanya dewan juri lokal, melainkan juga tokoh pendongeng nasional bahkan internasional, Agus Djafar Sodik atau lebih dikenal dengan panggilan Kak Agus. Lebih menarik lagi, selama berlangsungnya lomba mendongeng, panitia menyediakan doorprize untuk setiap pertanyaan yang bisa dijawab oleh siapapun yang hadir, baik siswa peserta lomba dongeng maupun guru dan pelatih.

Sebagian besar tema dongeng yang disampaikan oleh para peserta berasal dari cerita rakyat Bengkalis, seperti Kisah Raja Terubuk Jatuh Cinta dengan Putri Puyu, Asal Usul Simpang Ayam,  Kisah Kucing Gila, maupun cerita rakyat dari Meranti seperti Asal Usul Pulau Dedap. Memang, panitia mengharapkan sebisa mungkin cerita dongeng yang disampaikan itu merupakan cerita rakyat tempatan dan sudah dibukukan.

“Ini sesuai dengan tema kegiatan kita yaitu menumbuhkan sosialiasi minat baca melalui berbagai kegiatan. Salah satunya adalah lomba dongeng, disamping ada juga pameran buku, lomba kaligrafi, lomba debat,  lomba baca puisi dan kegiatan lainnya,” ujar Ketua Panitia Pelaksana, M Anwar kepada wartawan, Kamis (21/5).

Dalam kesempatan itu, Kak Agus usai lomba mendongeng mengungkapkan, secara umum penampilan peserta sudah cukup bagus. Namun baik peserta maupun para guru dan pelatih jangan cepat puas dengan apa yang telah dicapai. Kegiatan mendongeng juga harus dibiasakan, bukan hanya ketika perlombaan. 

“Dan yang lebih penting lagi adalah harus banyak  baca buku-buku cerita, karena ketika kita lupa saat mendongeng, maka akan muncul insiprasi berdasarkan buku-buku yang kita baca tersebut,” ujar Kak Agus seraya menyebutkan beberapa kelemahan yang ia temukan selama lomba mendongeng, seperti menggunakan kata-kata yang kurang tepat/kasar, kontak mata, pola dan irama bicara dan kelemahan-kelemahan lainnya. (bp)

###

Berita Lainnya

Index