Perpustakaan dan Arsip di Selatpanjang Sepi Pengunjung

Perpustakaan dan Arsip di Selatpanjang Sepi Pengunjung
ilustrasi###

SELATPANJANG, UTUSANRIAU.CO -- Meski setiap tahun jumlah buku di Kantor Perpustakaan dan Arsip di kota Selatpanjang, Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti terus bertambah, namun jumlah pengunjung yang datang tidak ada peningkatan. Hal ini disebabkan kurangnya minat baca masyarakat Meranti, sehingga perpustakaan cenderung sepi.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah pengunjung yang datang di Perpustakaan Daerah setiap harinya tidak lebih dari 20 orang. Jumlah ini sangat jauh dengan jumlah wajib baca yang ada di perpustakaan tersebut yang menargetkan sebanyak 100 orang perharinya. Artinya minat baca masyarakat di Meranti saat ini masih rendah.

Hal ini juga terungkap berdasarkan data UNESCO, persentase minat baca anak Indonesia sebesar 0,01 persen. Artinya, dari 10.000 anak bangsa, hanya satu saja yang memiliki minat baca. Selain itu, faktor kurangnya minat baca masyarakat, dikarenakan kemajuan teknologi pada zaman sekarang ini yakni internet, sehingga masyarakat lebih memilih cara yang instan dan cepat daripada harus lama mencari dibuku.

"Sekarang orang-orang mencari informasi itu banyak melalui internet karena lebih cepat dan praktis. Terutama dikalangan pelajar atau mahasiswa, mereka kebanyakan memiliki kurangnya kepedulian untuk lebih dekat dengan buku, sehingga cara-cara yang praktis lebih diminatinya," ungkap Kepala kantor Perpustakaan dan Arsip Kepulauan Meranti, Syamsudin kepada wartawan, Kamis (28/5/2015).

Dengan begitu, keberadaan perpustakaan semakin dilupakan dan berdampak pada jumlah pengunjung perpustakaan yang semakin menurun. Padahal menurut Syamsudin, jika berkunjung ke perpustakaan akan banyak ilmu yang diperoleh.

"Kalau di Perpustakaan lebih banyak buku yang bisa dibaca secara langsung dan lengkap. Selain itu, para pengunjung bisa saling melakukan interaksi sosial secara langsung, yang itu tidak bisa didapatkan melalui internet," kata Syamsudin.

Lebih jauh, Syamsudin mengatakan, pihaknya sendiri juga telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah rendahnya minat baca. Sebelumnya, telah dilakukan penyuluhan dengan mendatangi sekolah-sekolah, desa, dan kelurahan yang ada di seluruh pelosok Meranti.

Penyuluhan tersebut dilakukan, kata Syamsudin, langsung dengan menggunakan mobil perpustakaan keliling dan mengadakan lomba minat baca daerah antar kecamatan sampai dengan tingkat Kabupaten yakni mendongeng tanpa buku untuk anak- anak tingkat SD dan SLTP.

“Kami telah mengupayakan agar minat baca masyarakat meningkat dengan menghibahkan sejumlah buku ke setiap desa. Saat ini sudah 35 desa kami salurkan buku untuk ditempatkan di setiap masing-masing perpustakaan desa dengan jumlah 200-300 buku per desanya. Kami juga akan mengoptimalkan pelayanan mobil perpustakaan keliling ke setiap sekolah dan desa di Pulau Tebingtinggi,” jelas Kepala kantor Perpustakaan dan Arsip Kepulauan Meranti itu.

Sekedar informasi, Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kepulauan Meranti telah terdapat 10 jenis buku mulai dari 000 sampai dengan 900, dan baru sekitar 11.412 buah buku atau sekitar 75 persen yang di input ke database perpustakaan nasional.***(rhd)

 

###

Berita Lainnya

Index