ROKAN HULU, UTUSANRIAU.CO - Palang merah indonesia (PMI) kabupaten rokan hulu gelar pelatihan kepada puluhan pelajar tingkat sekolah menengah pertama (smp) untuk menjadi perserta palang merah remaja (PMR) tahun 2015 senin (1/6/2015).
Hal ini dilakukan oleh PMI untuk meningkatkan kepedulian para generasi muda untuk mendonor dalam rangka menanggulangi kekurangan darah di rokan hulu.
Wakil ketua PMI Rohul, Wildan Asfan senin (1/6/2015) mengatakan sejauh ini masyarakat rohul masih minim untuk mendonorkan darahnya, hal ini karena ada rasa takut bagi masyarakat pada hal donor itu membuat tubuh makin sehat, jika tidak mendonor malah bisa menimbulkan penyakit selain itu jika darah tidak didonorkan maka sel darah lama akan terus berganti untuk donor yang baik bagi kesehatan manusia dilakukan satu kali dalam tiga bulan.
"Saat ini kita sudah sudah bekerja sama dan telah melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan pemuda dan olah raga untuk membentuk palang merah remaja (PMR) di sekolah masing-masing yang nanti bertujuan untuk menanggulangi kekurangan darah rokan hulu,"Jelasnya.
Selain itu pelatihan ini dilakukan untuk membiasakan para remaja untuk mendonor darah dan meningkatkan kepedulian atas minimnya darah yang dibutuhkan oleh masyarakat rohul terutama terhadap pasien RSUD pasir pengarayan.
PMR tersebut sudah lama terbentuk ditingkat SLTA, dan saat ini masing-masing sekolah sudah ada perwakilan pmi namun untuk tingkat smp baru kali ini dilaksanakan hal ini juga untuk memperbanyak perwakilan pmi ditingkat sekolah, dan tidak hanya bagi pelajar namun bagi masyarakat umumpun sudah terbentuk mulai dari tingkat kecamatan sampai ke tingkat desa pmi sudah terbentuk.Wakil ketua pmi kabupaten rokan hulu.
"Dia juga berharap dengan terbentuknya palang merah remaja di tingkat smp dan sma serokan hulu kedepan kekurangan darah dapat teratasi, selain itu kesulitan untuk mendapatkan darah tidak hanya terjadi di kabupaten rokan hulu melainkan secara umum di propinsi riau juga mengalami hal yang sama,"Ucapnya. (Ar)
###
